KITAINDONESIABARU.COM – Bagi Anda yang suka berinvestasi dalam bentuk emas, akan memiliki masa depan yang bagus pada tahun ini, pasalnya harga emas diperkirakan akan naik terus.
Bahkan harga emas diprediksi berpotensi memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tahun ini akan mengalami kenaikan tertingginya.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Pruduk PT Pegadaian, Elvi Rofiqotul Hidayah dikutip Rabu (4/9/2024) mengungkapkan harga emas dunia diprediksi akan terbang ke US$3.000 per troy ons pada akhir tahun ini.
Sementara catatan saat ini harga emas ditawarkan direntang harga US$2.500 per troy ons dan itu akan terus naik hingga akhir tahun ini.
Menurut Elvi Rofiqotul pridiksi ini didasarkan atas analisi yang ada lebih menyampaikan kenaikan hingga US$3.000 per troy ons jika hari ini nilainya 2.500 per troy ons.
Mengapa hal ini terjadi Elvi kemudian menjelaskan, jika pemicunya adalah terjadinya tensi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang tak kuncung mereda.
Bahkan disebutkan tidak menutup kemungkinan ketegangan yang terjadi di kawasan itu akan semakin memanas akibat konflik antara Iran dan Israel yang terjadi.
Belum lagi pasar di dunia saat sedang menantikan prosesl pemilihan presiden Amerika Serikat pada awal November 2024 mendatang.
Hasil pemilu calon presiden AS juga berdampak pada investasi nilai tukar dollar AS terhadap mata uang negara lain.
Dengan sejumlah potensi yang ada harga emas akan turut mengalami penguatan, dimana sikap para investor memilih aman dan emas salah satunya instrumen investasi yang paling aman di tengah ketegangan itu.
Sehingga pada akhir tahun kalau geopolitik makin memanas, dan hasil pemilu AS seperti apa? Dipastikan akan berdampak terhadap negara lain.
Belum lagi nantinya juga akan berdampak konflik Iran dan Israel nantinya akan seperti apa? Jika semakin memanas dan semakin menegangkan diperkirakan emas akan semakin naik.
Sementara dari Amerika Utara dilaporkan Kepala komoditas Citi mengungkapkan harga emas dunia saat ini diperdagangkan US$2.016 dapat melonjak hingga 50 persen jika bank sentral meningkatkan pembelian logam kuning, akibat resei global yang barah.
Citi menyoroti pembelian emas oleh bank sentral meningkatkan kenaikan emas ke tingkat rekor beberapa tahun terakhir seiring upaya untuk mendiversifikasi cadangan dan mengurangi risiko kredit.
Sementara bank sentra Cina dan Rusia selama ini memimpin pembelian emas, begitu juga dengan India, Turki dan Brasil juga meningkatkan pembelian emas batangan. **


