Melalui kebijakan hilirisasi dan kemampuan manufaktur domestik, tutur dia, telah berhasil menarik investasi dengan tumbuhnya 20 produsen industri pengolahan kakao yang memproduksi cocoa butter, cocoa liquor, bubuk kakao, dan kue kakao.
Kemampuan daya saing industri pengolahan kakao, menjadikan Indonesia sebagai eksportir produk kakao olahan terbesar ke-4 dunia, dengan pangsa pasar utama antara lain India, Amerika Serikat, Uni Eropa, China, dan Malaysia.
Kemenperin mencatat pada 2023, nilai ekspor produk olahan tersebut mencapai lebih dari 1,2 miliar dolar AS dan berkontribusi pada share market global sebesar 3,92 persen.***


