KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat sore.
Pelemahan ini dipicu kekhawatiran investor terhadap belum meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih membayangi pasar global.
IHSG tercatat turun 67,03 poin atau 0,94 persen ke level 7.097,06. Sementara indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 1,75 persen ke posisi 718,96.
Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di area negatif sejak sesi pembukaan hingga penutupan.
Ketidakpastian IHSG Global Picu Tekanan Pasar
Sentimen global menjadi faktor utama pelemahan, seiring meningkatnya keraguan pasar terhadap peluang de-eskalasi konflik di Timur Tengah.
Investor merespons negatif dinamika terbaru, termasuk penolakan Iran terhadap usulan gencatan senjata serta rencana penambahan pasukan oleh Amerika Serikat.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap dampak lanjutan, seperti potensi lonjakan inflasi global dan terganggunya rantai perdagangan akibat kenaikan harga energi.
Selain itu, situasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia turut menambah tekanan terhadap pasar.
Di sisi sektoral, hanya sektor energi dan kesehatan yang mencatat penguatan, sementara mayoritas sektor lainnya mengalami pelemahan, dipimpin sektor industri, infrastruktur, dan teknologi.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan dominasi saham yang melemah dibandingkan yang menguat.
Pergerakan bursa regional Asia pun cenderung beragam, dengan sebagian indeks melemah dan sebagian lainnya menguat tipis, mencerminkan kehati-hatian investor dalam merespons perkembangan geopolitik global.(*)


