KITAINDONESIASATU.COM – Indonesian Business Council (IBC) menilai bahwa mempererat kemitraan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika dapat menjadi langkah strategis dalam merespons dampak dari ketegangan perdagangan global terhadap perekonomian nasional.
Menurut Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid, diversifikasi kerja sama internasional menjadi penting.
Asia dan Afrika dinilai bukan hanya sebagai pasar potensial, tetapi juga mitra strategis yang memiliki kesamaan sejarah dan visi dengan Indonesia.
Hal ini disampaikan dalam forum dialog memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung.
Arsjad menekankan bahwa kawasan Asia dan Afrika memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PDB global.
Afrika, misalnya, menyimpan potensi besar berkat bonus demografi dan sumber energi terbarukan. Sementara itu, Asia telah menunjukkan perkembangan ekonomi pesat melalui industrialisasi dan perdagangan.
IBC pun mendorong negara-negara di Asia dan Afrika untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan sistem dunia yang lebih adil dan stabil, guna mendukung iklim ekonomi global yang kompetitif dan sehat.
Sebagai bagian dari peringatan KAA, IBC menyelenggarakan jamuan makan malam pada 22 April 2025 yang dihadiri oleh 60 perwakilan diplomatik serta pelaku bisnis dari Asia dan Afrika.
Dalam acara ini, pelaku usaha Indonesia menyatakan ketertarikannya untuk memperluas pasar ke Afrika.
Arsjad menyebut momen ini tepat untuk memperluas jejaring bisnis karena kondisi global yang mendorong pelaku usaha melakukan diversifikasi pasar.
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menambahkan bahwa semangat Konferensi Asia-Afrika tetap relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik dan melemahnya sistem multilateralisme.
Kolaborasi antar negara-negara berkembang, menurutnya, semakin mendesak untuk diwujudkan.-***


