Airlangga mengatakan, program tersebut masuk dalam agenda kuartal IV 2026. Pemerintah kini menyiapkan regulasi sebagai landasan pelaksanaannya.
“Itu (rekening massal) termasuk dalam program Q IV. Kita lagi siapin regulasinya,” ujarnya.
Program ini digulirkan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Pemerintah disebut menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun dengan melibatkan dua bank BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI.
Isu pembagian HP gratis mencuat setelah Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo menyampaikan wacana tersebut dalam Prasasti Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Dalam forum itu, gagasan pemberian gawai gratis disinggung dalam kaitannya dengan pembukaan rekening bank secara massal dan fasilitasi penyaluran bansos. (*)




