“Saat ini memang 63 persen kendaraan yang dibeli adalah EV, 37 persen konvensional. Jadi di tengah keadaan bisnis yang sedikit melandai sejak Januari, PLN mengajak diskusi untuk juga menjadi peluang potensi ekonomi bagi perhotelan dan hari ini kita sosialisasikan bersama,” kata Yuno.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya menciptakan segmen baru perhotelan, dari yang semula bergantung pada government market menjadi tourism market.
“Memang perlu penyiapan infrastruktur, SDM masyarakat, promosi, sosialisasi, dan sebagainya, sehingga Bogor jadi destinasi wisata dan hotel, tidak hanya mengandalkan segmen pasar pemerintah dengan adanya fasilitas SPKLU,” tambahnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, mengatakan pihaknya berkomitmen membantu mendorong kemajuan bisnis perhotelan dan pariwisata di Kota Bogor melalui kehadiran SPKLU.
“Harapannya, dengan hadirnya SPKLU di perhotelan ini, okupansi hotel juga meningkat. Sehingga kita mulai dengan melakukan sharing, diskusi, sosialisasi bagaimana menghadirkan SPKLU di hotel dan wisata bisa menambah wawasan bagi para pebisnis,” ujarnya.
Grahaita menambahkan, saat ini banyak mitra PLN yang siap berinvestasi untuk menghadirkan SPKLU di hotel-hotel di Bogor, bekerja sama dengan penyedia lahan.
Dengan tren kendaraan listrik yang kian meluas, langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga memperkuat daya tarik Bogor sebagai kota tujuan wisata yang ramah lingkungan dan inovatif. (Nicko)



