KITAINDONESIASATU.COM – Harga Minyak dunia melonjak pada perdagangan Senin, dipicu kombinasi faktor makroekonomi dan dinamika pasokan global. Minyak mentah Brent naik 0,67% ke Rp1.045.320 per barel (USD 67,44), sementara WTI asal AS melejit 0,97% ke Rp980.150 per barel (USD 63,30).
Reli ini memperkuat sentimen positif di tengah Dolar Melemah dan pengetatan pasokan energi, serta tren penurunan Stok AS.
Pelemahan Dolar Melemah menjadi pendorong kunci kenaikan Harga Minyak. Karena minyak diperdagangkan dalam dolar, mata uang AS yang turun membuat minyak lebih murah bagi pembeli internasional.
Dampaknya, permintaan meningkat dari importir utama seperti China, India, dan Uni Eropa. Investor pun beralih ke komoditas energi sebagai lindung nilai inflasi, mempertegas dampak penurunan Stok AS terhadap harga.
Stok AS turun drastis, menandakan konsumsi domestik Amerika Serikat yang makin kuat. Data terbaru menunjukkan cadangan minyak mentah jatuh signifikan, mendukung reli Harga Minyak WTI.
Dengan Dolar Melemah, pasar melihat penurunan persediaan ini sebagai sinyal pemulihan aktivitas ekonomi dan peningkatan permintaan bahan bakar, mempercepat momentum bullish.
Permintaan penyulingan minyak China yang tetap kuat ikut mendongkrak Harga Minyak global. Meski ekonomi Tiongkok berfluktuasi, sektor logistik dan manufaktur menunjukkan tren positif.



