KITAINDONESIASATU.COM – Panen durian saat ini sudah mulai terasa di wilayah Jawa Timur, sejumlah daerah sudah mulai melakukan panen raya durian.
Penghasil durian di sejumlah wilayah sentra utama produksi durian seperti Pasuruan, Malang, Probolinggo, Wonosalam hingga kawasan Gunung Wilis sisi barat Madiun Ponorogo sudah mulai terasa.
Banyak penjual durian bertebaran dimana-mana di baik di Surabaya, Sidoarjo, Malang hingga wilayah kabupaten kota di Jawa Timur.
Meski panen raya harga durian pun tetap tidak berubah, harga kisaran Rp25 ribu hingga ratusan ribu untuk ukuran besar dan tergantung jenis duriannya.
Jadwal Acara SCTV Sabtu, 8 Maret 2025 : Santri Pilihan Bunda hingga FTV Ramadhan
Di sisi lain Jawa Timur kembali mengukuhkan diri sebagai provinsi penghasil durian terbesar di Indonesia.
Poduksi durian di wilayah ini diperkirakan total produksi mencapai 488.356 ton per tahun, sebagai penghasil durian berkualitas tinggi dan memiliki potensi besar untuk ekspor.
Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa dirinya telah menyiapkan strategi besar untuk menjadikan durian sebagai komoditas unggulan ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani durian.
Fokus utama yang akan dijalankan setelah pelantikannya mencakup peningkatan produksi, penguatan ekosistem agribisnis, serta ekspansi pasar ekspor.
Durian bukan hanya kebanggaan Jawa Timur, tetapi juga potensi ekonomi yang luar biasa, mengingat permintaan dunia terhadap durian, terutama varietas premium seperti Musang King dan Black Thorn, terus meningkat.
“Khususnya permintaan dari Tiongkok hingga Timur Tengah. Kami ingin memastikan bahwa durian Jawa Timur siap menjadi pemain utama dalam ekspor dan membawa manfaat ekonomi bagi para petani,” ujar Khofifah.
Sebagai langkah awal, Khofifah menargetkan peningkatan produksi dan kualitas durian di sentra utama Jawa Timur.
Dua Pemotor Jatuh Tertabrak Truk di Raya Ngawi-Solo, Mahasiswa Poltek Lampung Korbannya
Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempermudah akses petani terhadap bibit unggul, serta memberikan pendampingan dalam penerapan teknologi pertanian modern.
“Kami ingin para petani memiliki akses terhadap teknologi terbaik agar hasil panennya tidak hanya melimpah, tetapi juga memenuhi standar ekspor. Oleh karena itu, kami akan menggandeng akademisi, pakar pertanian, serta perusahaan agribisnis untuk mendampingi petani dalam seluruh proses budidaya,” jelasnya.
Selain fokus pada kualitas dan produksi, Khofifah juga menyoroti pentingnya pengembangan varietas durian lokal unggulan agar semakin dikenal di pasar internasional.
Ia menekankan perlunya sertifikasi dan paten varietas durian khas Jawa Timur, sehingga memiliki nilai tambah di pasar global. **


