Kondisi tersebut mencerminkan kembali menguatnya peran emas sebagai aset lindung nilai, terutama ketika pelaku pasar dihadapkan pada volatilitas pasar keuangan global dan ketidakpastian arah kebijakan moneter.
Di pasar domestik, lonjakan harga emas internasional ikut berdampak pada harga emas batangan.
Harga emas Antam tercatat naik ke kisaran Rp2,703 juta per gram, sementara emas UBS dan Galeri24 juga mengalami penyesuaian harga meski dengan besaran yang berbeda.
Selisih antara harga jual dan buyback emas Antam masih berada di kisaran Rp150 ribuan per gram. Kondisi ini membuat peluang arbitrase relatif terbatas, namun tetap menarik bagi investor yang berfokus pada perlindungan nilai jangka panjang.
Sejumlah faktor dinilai menjadi pendorong utama reli harga emas, mulai dari ekspektasi suku bunga global yang lebih longgar, ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan, hingga diversifikasi portofolio dari aset berisiko tinggi.
Beberapa proyeksi bahkan menyebutkan harga emas berpeluang mendekati USD 5.000 per ons jika tekanan inflasi global tetap bertahan hingga akhir tahun.

