KITAINDONESIASATU.COM – Angka inflasi Ibu Kota bikin kaget. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi tahunan Jakarta pada Februari 2026 menembus 4,91 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, mengungkap lonjakan ini dipicu efek dasar rendah (low-base effect). Tahun lalu, Maret dan April 2025 sempat terjadi inflasi tinggi setelah diskon tarif listrik berakhir. Dampaknya kini terasa pada perhitungan tahunan Februari 2026 yang tampak melonjak signifikan.
Tarif listrik menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil mencapai 2,89 persen. Disusul emas perhiasan (0,99 persen), daging ayam ras (0,24 persen), bawang merah (0,07 persen), dan biaya sekolah menengah pertama (0,05 persen).
Dari sisi kelompok pengeluaran, inflasi paling dominan datang dari sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan kontribusi 2,93 persen.
Secara bulanan, Jakarta juga mencatat inflasi 0,63 persen pada Februari 2026 dibanding Januari 2026—sedikit lebih rendah dari angka nasional yang mencapai 0,68 persen.
Yang paling mencolok, emas perhiasan melonjak hingga 9,61 persen, menyumbang 0,21 persen terhadap inflasi bulanan Jakarta. Selain itu, harga daging ayam ras ikut menyumbang 0,13 persen, cabai rawit 0,05 persen, bawang merah 0,03 persen, dan bayam 0,03 persen. (*)


