“Semua jenis dan komposisi sudah kami pelajari dan kami sudah melakukan training karyawan perusahaan dari teknologi provider kami (luar negeri). Kami juga mempersiapkan peralatan laboratorium terkini sehingga kami siap terjun ke pasar internasional. Kapasitas produksi kami untuk 6 bulan ke depan baru di angka 380 Metrik Ton per bulan,” ujar Robin.
Robin berharap kapasitas produksi timah di PT Tri Charislink Indoasia akan meningkat dua kali lipat terutama dengan adanya penambahan peralatan produksi yang akan terpasang di akhir tahun 2024.
Tak ketinggalan, owner dari PT Prima Dredge Teams, Soehasono menyebut bahwa Prima Dredge Teams Group akan terus mendukung program pemerintah dalam hal hilirisasi, terutama dalam sektor timah.
“Seperti diketahui bersama bahwa salah satu anak perusahaan kami, PT Batam Timah Sinergi juga sedang melakukan pematangan lahan dalam mempersiapkan hilirisasi timah dengan produk timah kimia atau tin chemical di Kota Batam. Rencana ground breaking akan dilakukan akhir tahun 2024” pungkas dia. ***
Editor Aam Permana S


