KITAINDONESIASATU.COM – Langkah besar mengguncang Jawa Barat. Bank BJB tancap gas menyalurkan dana jumbo Rp700 miliar untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar 35.000 rumah tak layak huni di seluruh penjuru Jabar pada 2026.
Kesepakatan penting diteken bersama Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa II, menjadikan Bank BJB sebagai ujung tombak percepatan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di 27 kabupaten/kota.
Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB, Nunung Suhartini, menyebutkan bahwa program ini bukan sekadar renovasi rumah melainkan upaya besar meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat hunian yang sehat, aman, dan layak.
Bukan tanpa alasan Bank BJB kembali dipercaya. Rekam jejak sukses mengelola program serupa sejak 2017–2022 jadi bukti nyata. Kini, dengan alokasi Rp20 juta per rumah, distribusi dana dijanjikan transparan dan tepat sasaran.
Penyaluran berlangsung April–Agustus 2026 dengan dua sistem ketat: uang tunai khusus untuk upah tukang, dan transfer langsung ke toko material untuk pembelian bahan bangunan.
Untuk mempermudah penerima manfaat, Bank BJB menghadirkan Tabungan BJB Tandamata Khusus—tanpa setoran awal, bebas biaya admin, dan tanpa saldo minimum. Jaringan luas bank ini pun siap menjangkau hingga pelosok desa. (*)


