General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa pemilihan hari Minggu untuk penerapan Long Window Time berdasarkan evaluasi okupansi perjalanan yang menunjukkan tingkat keterisian penumpang pada pagi hari lebih rendah dibandingkan dengan hari lainnya.
Dengan demikian, perubahan ini diharapkan tidak akan mempengaruhi minat masyarakat untuk menggunakan layanan Whoosh.
Pemeriksaan dan Perawatan Prasarana
Pemeriksaan mendalam yang dilakukan meliputi berbagai aspek prasarana Whoosh, termasuk jalur rel, jembatan, terowongan, sistem persinyalan, listrik aliran atas, sound barrier, drainase, dan aspek keselamatan kerja (K3).
Proses pemeriksaan ini dilakukan menggunakan peralatan canggih dan didukung oleh tenaga profesional.
Dengan waktu pemeliharaan yang lebih panjang, kualitas perawatan akan semakin optimal, memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi para penumpang.
Eva Chairunisa juga menegaskan bahwa dengan adanya peningkatan jumlah perjalanan Whoosh, KCIC tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas dan keselamatan operasional.
“Kami ingin memastikan layanan Kereta Cepat Whoosh tetap andal dan aman, meskipun jadwal perjalanan ditingkatkan. Langkah ini menunjukkan komitmen kami dalam memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Eva.


