KITAINDONESIASATU.COM – Harga capai di Priangan Timur dilaporkan meroket jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025. Kenaikannya, bahkan termasuk signifikan bila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
Di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, misalnya. Kenaikannya dirasakan oleh pedagang cukup signifikan walau bisa dipahami karena pasokan cabai belakangan ini terbatas akibat cuaca yang kurang mendukung, menurut para pedagang setempat.
Surya, seorang pedagang sayuran di Blok HPKP pasar Cikurubuk, menyebutkan bahwa harga cabai merah kini melonjak menjadi Rp70.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit dijual dengan harga Rp45.000 per kilogram dan cabai keriting mencapai Rp60.000 per kilogram.
“Biasanya, harga cabai berbagai jenis tidak lebih dari Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram,” ungkap Surya pada Selasa (10/12/2024). Selain pasokan yang menurun, lonjakan harga juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan menjelang liburan Nataru.
“Permintaan meningkat tajam. Konsumen yang biasanya membeli 1 ons, kini membeli lebih banyak. Bahkan yang biasa membeli 1 kilogram sekarang membeli 2 kilogram,” tambahnya.
Kondisi serupa, diketahui terjadi di Pasar Banjar, Kota Banjar. Karena musim hujan, pasokan cabai dari petani menurun, hingga harga cabai meroket,
“Walaupun kondisinya sudah biasa, ya kami termasuk pembeli tetap bingung,” kata Yono, pedagang bakso di Langensari.
Pasar murah
Dilaporkan, untuk mengatasi lonjakan harga tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah mengadakan pasar murah rakyat di beberapa lokasi.


