Bisnis

Bukan Cuma Pewaris! Victor Hartono Beber Rahasia Djarum Bisa Bertahan 9 Generasi

×

Bukan Cuma Pewaris! Victor Hartono Beber Rahasia Djarum Bisa Bertahan 9 Generasi

Sebarkan artikel ini
Victor Hartono
Victor Hartono, MBA, generasi ke-9 dari keluarga Hartono Group (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Universitas Paramadina kembali menggelar forum Meet The Leaders, ruang dialog terbuka antara mahasiswa, publik, dan tokoh penting dari berbagai sektor strategis. Edisi terbaru forum ini menghadirkan Victor Hartono, MBA, generasi ke-9 dari keluarga Hartono Group, dengan tema “Djarum: A Story of Strategic Succession.”

Acara yang digelar di Auditorium Benny Subianto, Kampus Paramadina Kuningan, Jakarta, Senin (28/7/2025), dipandu ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, MPP. Diskusi berfokus pada strategi suksesi bisnis keluarga dan ketahanan usaha lintas generasi.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., menyebut hadirnya Victor Hartono memberikan wawasan berharga bagi generasi muda. “Cerita nyata tentang keberlanjutan bisnis lintas generasi seperti ini sangat penting sebagai bekal calon pemimpin masa depan,” ujar Prof. Didik.

Dalam paparannya, Victor Hartono menekankan bahwa setiap industri memiliki siklus dan risiko disrupsi. Ia mencontohkan bisnis keluarga Djarum yang awalnya bergerak di perdagangan minyak kacang pada masa kolonial. Namun, masuknya kelapa sawit dari Afrika yang lebih produktif membuat minyak kacang kalah saing dan terpinggirkan.

“Industri yang kita geluti hari ini belum tentu memberi nafkah di masa depan. Ini bukan teori, tapi pengalaman nyata keluarga kami,” kata Victor.

Victor juga menyingkap kisah kakeknya, Oei Wie Gwan, generasi ke-7 keluarga Hartono, yang merintis usaha pabrik mercon Cap Leo. Usaha ini beberapa kali runtuh akibat ledakan, perampokan, hingga larangan produksi bahan peledak pada masa pendudukan Jepang. “Pelajaran besarnya: situasi politik dan global bisa mengguncang bisnis sekuat apa pun,” jelasnya.

Selain tantangan eksternal, Victor menyoroti tantangan internal dalam bisnis keluarga. Konflik internal, perebutan kepemimpinan, hingga masalah pembagian dividen yang tidak adil sering menjadi penyebab kegagalan suksesi. Ia menyebut hal-hal tersebut sebagai “bom waktu” bisnis keluarga.

Menurut Victor, kunci keberlangsungan usaha keluarga terletak pada kepemimpinan yang jelas, pembagian unit usaha yang tegas, serta kekompakan keluarga besar. Ia juga mendorong keterbukaan untuk berkolaborasi dengan mitra strategis atau menjual sebagian kepemilikan jika diperlukan. “Ini bukan tanda kalah, tapi strategi memperkuat daya saing,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *