KITAINDONESIASATU.COM – Tahun 2014, Kobe Bryant melakukan investasi senilai $6 juta (setara Rp92,79 miliar) di BodyArmor, dengan mengakuisisi 10% saham di perusahaan minuman olahraga tersebut dan menjabat sebagai direktur kreatif.
Investasinya bukan hanya tentang dukungan finansial; Bryant memainkan peran penting dalam strategi pemasaran dan pengembangan produk, memanfaatkan ketenaran dan pengetahuan atletiknya untuk mengembangkan merek.
Tujuh tahun kemudian, Coca-Cola melihat potensi di BodyArmor dan mengakuisisi perusahaan tersebut dengan nilai tunai sebesar $ 5,6 miliar (setara Rp86,6 triliun).
Kesepakatan ini mengubah investasi Kobe sebesar $6 juta menjadi $400 juta (setara Rp6,18 triliun) yang ditransfer ke warisannya setelah kematiannya yang tragis, menafkahi keluarganya dan mengamankan warisannya.
Rejeki nomplok dari BodyArmor ini bahkan melampaui pendapatan karir NBA Kobe, yang mencapai total $ 323 juta dalam bentuk gaji selama dua dekade.
Kejelian dan ketajaman bisnisnya benar-benar mengukuhkan statusnya sebagai pengusaha sukses di luar bola basket.
Reaksi pasar terhadap akuisisi BodyArmor oleh Coca-Cola relatif positif dan signifikan. Berikut beberapa titik penting:
Nilai Perusahaan: Akuisisi ini menandakan bahwa Coca-Cola percaya kuat pada potensi BodyArmor sebagai pesaing utama Gatorade, merek yang dominan di pasaran minuman olahraga. Nilai total BodyArmor diperkirakan mencapai sekitar $2 miliar setelah akuisisi,1 yang menunjukkan kepercayaan besar pada masa depan perusahaan.
Laba Investasi Kobe Bryant: Reaksi ini juga terkait dengan keberhasilan investasi Kobe Bryant. Dengan investasi awal $6 juta pada 2014, Bryant saat ini memiliki hak atas sekitar $200 juta, yaitu laba hampir 67 kali lipat.
Strategi Kompetitif: Coca-Cola melihat peluang strategis untuk menggunakan BodyArmor sebagai alat kompetitif langsung terhadap Gatorade, yang saat ini memonopoli sekitar 70% pasar minuman olahraga.
Pasca-Akuisisi: Setelah akuisisi, Coca-Cola akan memiliki kontrol penuh atas BodyArmor.
Ini memberikan fleksibilitas operasional yang lebih besar serta kemampuan untuk melakukan integrasi strategis dengan portfolio produk Coca-Cola lainnya.
Respon Founder: Pendiri BodyArmor, Mike Repole, mengekspresikan harapannya untuk tetap terlibat aktif dengan perusahaan setelah akuisisi. Dia bahkan berharap untuk menjadi Ketua Dewan Direksi, menunjukkan dedikasinya kepada perkembangan perusahaan.
Akuisisi ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan Coca-Cola pada potensi BodyArmor tetapi juga menyoroti sukses investasi Kobe Bryant dan strategi kompetitif yang efektif dalam industri minuman olahraga.
Itulah peninggalan mendiang top star bola basket Amerika, Kobe Bryant.
Kobe Bryant tidak lagi hidup. Ia meninggal dunia pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di Calabasas, California, bersama putrinya, Gianna, dan tujuh orang lainnya.
Bryant dikenal sebagai salah satu pemain basket terbaik sepanjang masa, menghabiskan seluruh karirnya dengan Los Angeles Lakers.
Meskipun telah tiada, warisannya tetap hidup melalui berbagai penghormatan dan memorial yang terus diadakan. *


