“Reservoir berkapasitas 2.000 meter kubik di lahan seluas 1.600 meter persegi akan menjadi penopang pasokan air untuk lebih dari 13 ribu rumah yang dikembangkan Gapura Prima dan kawasan sekitarnya. Selain itu, kerja sama optimalisasi aset dengan PT Kano dan mitra lainnya memastikan aset tidak menganggur, melainkan menjadi kekuatan baru operasional dan keuangan perusahaan,” jelas Rino.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Kano Utama Sangat Sukses, Ines Nurindah, menuturkan pihaknya siap mengembangkan kawasan Ciherang menjadi destinasi wisata berbasis potensi lokal.
“Wilayah Ciherang sudah dikenal sebagai lokasi rafting yang ramai. Kami ingin mengoptimalkannya dengan menghadirkan wisata yang lebih baik sekaligus menyerap UMKM dan melibatkan warga sekitar,” kata Ines.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Indonesia Water Electricity Gas and Energy, Jeff, menegaskan komitmennya menghadirkan investasi di sektor air dan energi ke Kota Bogor.
“Kami sudah menandatangani kerja sama di bidang produksi meter air. Pasarnya di Indonesia sangat berkembang pesat, dan kami yakin Kota Bogor akan menjadi salah satu pusat pengembangan. Ke depan, kami akan membawa investasi tambahan dari Tiongkok untuk bersama-sama membangun Kota Bogor lebih baik,” ungkap Jeff.
Melalui rangkaian kerja sama tersebut, Dedie berharap Tirta Pakuan tidak hanya menjadi perusahaan air minum, tetapi juga motor pembangunan ekonomi Kota Bogor. Optimalisasi aset triliunan rupiah ini diharapkan memperkuat pelayanan publik sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat secara berkelanjutan. (Nicko)


