Berita UtamaBisnis

Air Kemasan Penyebab Kelas Menangah Turun Kasta

×

Air Kemasan Penyebab Kelas Menangah Turun Kasta

Sebarkan artikel ini
air galon
Ilustrasi air galon (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Hati-hati mengkonsumsi air kemasan. Ekonom senior yang merupakan mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengingatkan turunnya tingkat ekonomi kelas menengah di Indonesia akibat membeli air galon.

“Tidak hanya karena pandemi Covid-19 dan banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK), menurunnya kasta kelas menengah juga akibat kebiasaan sehari-hari kebutuhan terhadap air kemasan, seperti galon,” katanya.

Dia katakan, selama ini secara tidak sadar prilaku seperti sudah menggerus income secara lumayan dengan style yang mengandalkan semua kepada air galon, air botol dan hal semacam itu,” kata Bambang di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Manfaat Kesehatan dan Risiko Konsumsi Rum

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas era pemerintahan Presiden Joko Widodo itu menekankan, kebiasaan mengkonsumsi air dalam kemasan tidak terjadi di semua negara.

Di negara maju misalnya, warga kelas menengah terbiasa menenggak air minum yang disediakan pemerintah di tempat-tempat umum. Dengan adanya fasilitas air minum massal itu, masyarakat negara maju tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli minum.

“Daya beli kelas menengahnya aman karena untuk air pun mereka tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak,” ucap dia.

Meski begitu, Bambang mengatakan faktor kebutuhan air minum hanyalah satu dari banyak faktor lain yang menyebabkan banyak kelas menengah turun ‘kasta’ ke kelas ekonomi yang lebih rendah. Bambang menduga faktor utama tumbangnya kelas menengah RI adalah pandemi Covid-19.

Baca Juga  Pengelolaan Nanas Harus Ditingkatkan, IPB Kembangkan 'Si Madu' Subang

“Penyebabnya itu variatif. Karena kan kita lihat datanya dari 2019 ke 2023. Jadi penyebab pertama adalah Covid,” ujar dia.

Selama Covid-19, kata dia, banyak kelas menengah kehilangan pekerjaan. Sementara sebagian lainnya, mengalami kebangkrutan bisnis. “Jangan lupa loh Covid itu terjadi 2 tahun dan yang terjadi pada waktu itu ada kelas menengah yang kehilangan pekerjaan dan kelas menengah yang bisnisnya berhenti atau bangkrut,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *