KITAINDONESIASATU.COM – Tupperware Brands, perusahaan yang telah beroperasi selama 78 tahun, resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Selasa, 17 September 2024.
Seperti kita ketahui Tupperware Brands memproduksi produknya di beberapa lokasi di seluruh dunia, dengan pusat utama di Orlando, Florida, Amerika Serikat.
Selain itu, mereka juga memiliki fasilitas produksi di berbagai negara lain untuk memenuhi permintaan global.
Tupperware dikenal memanfaatkan plastik polietilen sebagai bahan baku, yang awalnya dianggap limbah industri, dan telah melakukan inovasi dalam proses produksinya
Pengajuan ini disebabkan oleh penurunan penjualan yang signifikan dan utang yang terus meningkat, mencapai antara $1 miliar hingga $10 miliar, sementara asetnya diperkirakan antara $500 juta hingga $1 miliar.
CEO Tupperware, Laurie Goldman, menyatakan bahwa perusahaan menghadapi tantangan besar akibat lonjakan biaya pengiriman, bahan baku, dan tenaga kerja pasca pandemi.
Meskipun sempat mengalami lonjakan permintaan saat pandemi, penjualan Tupperware telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Perusahaan juga berjuang untuk bersaing dengan produk pesaing yang lebih murah dan ramah lingkungan.
Tupperware dikenal luas melalui model penjualan langsung, termasuk “Pesta Tupperware”, tetapi strategi baru untuk menjual produk di toko ritel dan daring tidak berhasil menarik konsumen modern.
Nasib perusahaan kini bergantung pada keputusan pengadilan mengenai pengajuan kebangkrutan ini.
Tupperware telah lama memanfaatkan limbah industri, khususnya plastik polietilen, sebagai bahan baku produk mereka.
Pada awal berdirinya, Earl Tupper, pendiri perusahaan, melihat potensi dari limbah ini yang dianggap tidak berguna oleh banyak orang.
Ia melakukan eksperimen untuk memurnikan dan membentuknya menjadi plastik yang fleksibel, tahan lama, dan kuat.
Inovasi ini tidak hanya menciptakan produk yang berkualitas tinggi tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan dengan mengurangi limbah industri.
Selain itu, Tupperware kini berkomitmen untuk menggunakan bahan baku baru dari limbah plastik campuran dalam upaya mereka untuk menjadi lebih ramah lingkungan.
Tupperware tidak hanya berfokus pada inovasi produk tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam proses produksi mereka.*



Respon (1)