Advertorial

Soroti Kebijakan Transportasi, Sendi-Melli Kampanyekan Program Bogor 15 Menit

×

Soroti Kebijakan Transportasi, Sendi-Melli Kampanyekan Program Bogor 15 Menit

Sebarkan artikel ini
Calon Wali Kota Bogor, Nomor Urut 1, Sendi Fardiansyah mencoba layanan Biskita. (Nicho)
Calon Wali Kota Bogor, Nomor Urut 1, Sendi Fardiansyah mencoba layanan Biskita. (Nicho)

Program Bogor 15 Menit

Untuk mengatasi masalah ini, Sendi-Melli mencetuskan program “Bogor 15 Menit” yang berbasis pada layanan terpadu transportasi publik ramah lingkungan dan teknologi pintar.

Solusi ini dirancang untuk menciptakan sistem transportasi terintegrasi yang memudahkan warga Kota Bogor berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya.

Program Bogor 15 Menit akan menggabungkan moda transportasi seperti Angkot, Biskita, dan kereta _commuter line_ dengan tiket terintegrasi berbasis digital, yang bisa diakses melalui satu aplikasi mirip dengan sistem yang sukses diterapkan di Copenhagen dan London, sehingga akses ke seluruh penjuru Kota Bogor dapat dijangkau hanya dalam 15 menit.

Baca Juga  Kejar Kesetaraan Pendidikan di Kota Bogor, Paslon Sendi-Melli Janjikan Program PAUD Gratis!

“Saya lihat model integrasi transportasi berbasis digital seperti yang ada Copenhagen dan London, bisa kita bawa ke sini. Di Bogor harusnya ke mana-mana dekat, bisa 15 menit aja,” papar Sendi.

Di samping itu, Sendi-Melli akan menerapkan sistem _Intelligent Transport System_ (ITS) seperti yang dilakukan di Singapura, yang memungkinkan pengelolaan lalu lintas secara real-time menggunakan IoT dan sensor lalu lintas.

“Sistem ini akan membantu mengurangi kemacetan di pusat kota, memberikan prioritas kepada transportasi publik di persimpangan, dan memastikan bahwa arus kendaraan dapat dikelola secara lebih efisien,” terang Sendi.

Baca Juga  Dukungan Lintas Generasi! Pensiunan ASN dan Relawan Balad Abah Nyatakan Solid untuk Atang-Annida

Program ini juga akan mencakup pengembangan jalur sepeda dan fasilitas pejalan kaki yang terintegrasi dengan transportasi publik, mendorong warga untuk beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *