“Kami siap membuat kebijakan yang berpihak kepada penyandang disabilitas, termasuk bantuan modal usaha dan penempatan SDM disabilitas di instansi seperti BUMD,” janji Rena penuh keyakinan.
Sementara itu, Teddy Risandi menyoroti pentingnya pendataan yang lebih akurat mengenai penyandang disabilitas di Kota Bogor. Menurutnya, sistem data yang ada saat ini masih bersifat makro, sehingga kebutuhan penyandang disabilitas belum terjangkau secara optimal.
“Kami berkomitmen untuk memperbaiki sistem data agar setiap penyandang disabilitas teridentifikasi secara detail. Dengan begitu, program pembangunan dapat menjangkau mereka dengan efektif,” tegasnya.
Teddy juga berbicara mengenai rencana mereka untuk membuat infrastruktur publik lebih inklusif dengan jalur landai, pengganti tangga, serta fasilitas umum yang ramah disabilitas.
“Kami akan bekerja sama dengan organisasi nirlaba untuk memberikan pelatihan khusus, agar penyandang disabilitas memiliki keterampilan yang bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkas Teddy. (Nicko)



