KITAINDONESIASATU.COM – Jakarta kembali diguncang isu tak sedap. Kali ini datang dari kawasan Salemba Raya, Jakarta Pusat, setelah beredar sebuah video viral yang memunculkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terhadap seorang pengemudi bajaj. Video yang diunggah pada 27 Juni 2025 itu langsung memicu gelombang kemarahan publik.
Dalam video tersebut, tampak seorang sopir bajaj membeli barang dari pedagang kaki lima, sementara si perekam menyebut bahwa pengemudi tersebut setiap hari memberikan sebungkus rokok kepada petugas Dishub yang berjaga di sekitar Jalan Salemba Raya. Narasi ini langsung memicu dugaan kuat bahwa telah terjadi praktik pungli berkedok “titip beli”.
Merespons derasnya reaksi masyarakat, Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memastikan pihaknya tetap melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh. Hal ini dilakukan meski telah beredar video klarifikasi dari sang sopir bajaj, yang menyatakan bahwa dirinya tidak dipaksa memberikan apa pun, melainkan hanya dimintai tolong membelikan rokok.
“kami tetap akan lakukan pemeriksaan kepada jajaran yang bersangkutan pada Senin ini,” ujar dia.
Menurutnya, pemeriksaan akan menyasar beberapa aspek, termasuk identitas petugas yang terlihat dalam video, kendaraan operasional yang digunakan, hingga titik lokasi pasti kejadian. Namun hingga kini, pihak Dishub DKI belum memberikan keterangan lebih lanjut soal hasil atau perkembangan investigasi tersebut.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang turut menanggapi serius video viral itu, langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk memeriksa anggotanya secara mendalam. Bahkan, ia tetap memerintahkan pemeriksaan kendati telah menerima video pengakuan sang sopir bajaj yang membantah adanya pungli.
“Saya sudah lihat klarifikasi dari sopirnya. Katanya hanya diminta belikan rokok. Tapi tetap, saya instruksikan Kepala Dishub untuk periksa langsung anggotanya di lapangan,” ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta.
Kasus ini memantik reaksi luas dari warganet yang mendesak adanya transparansi dan tindakan tegas jika memang terbukti terjadi pelanggaran etik atau pungutan di luar aturan. Tagar #PungliDishub sempat meramaikan lini masa, memperlihatkan betapa tingginya perhatian publik terhadap integritas pelayanan publik di Ibu Kota.
Kini masyarakat menantikan hasil investigasi resmi dari Dishub DKI Jakarta. Apakah ini hanya kesalahpahaman, atau ada praktik menyimpang yang harus dibongkar tuntas? Satu hal pasti publik menuntut keadilan dan transparansi. (*)
