KITAINDONESIASATU.COM – Keputusan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk tidak lagi menangkap artis yang terlibat kasus narkoba menjadi perhatian publik, termasuk Denny Siregar. Kepala BNN, Komisaris Jenderal Marthinus Hukom, menyampaikan alasan di balik kebijakan yang terbilang mengejutkan ini.
Menurut Marthinus, keterlibatan artis dalam kasus narkoba selalu menjadi sorotan besar di masyarakat. Namun, ia menilai sorotan berlebihan terhadap penangkapan artis justru membawa dampak negatif.
“Kalau kita menangkap dia dengan hiruk-pikuk dan disebarkan lewat media dengan berlebihan, kita justru sedang mengkampanyekan narkoba secara gratis,” ungkap Marthinus.
BACA JUGA : Miskinkan Sindikat Narkotika, BNN Gandeng Kejagung
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak takut kehilangan perhatian publik karena keputusan ini. Marthinus yakin bahwa artis sebagai figur publik tetap akan menjadi pusat perhatian, meskipun tidak lagi ditangkap saat terlibat kasus narkoba.
Sementara itu, produser film sekaligus komentator publik, Denny Siregar, turut memberikan tanggapannya. Ia menilai bahwa penangkapan artis di masa lalu hanya digunakan untuk membangun citra pihak yang melakukan penangkapan.
“Jaman sebelumnya, penangkapan artis cuman dipake buat naikin citra yg nangkep,” katanya.
Denny juga menduga bahwa sekarang BNN memilih memusatkan perhatian kepada jaringan yang lebih besar daripada sekadar pengguna.
“Sekarang fokus ke bandar besar drpd artis. Kalo masih ada narkoba yg beredar di artis, berarti ada bandar yg masih berkeliaran…” pungkasnya.



