Berita UtamaNews

Ular Weling dan Kasus Bocah Pekalongan Koma Usai Dipatuk: Fakta, Bahaya, dan Pentingnya Penanganan Cepat

×

Ular Weling dan Kasus Bocah Pekalongan Koma Usai Dipatuk: Fakta, Bahaya, dan Pentingnya Penanganan Cepat

Sebarkan artikel ini
ular weling
Ular weling (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus tragis menimpa seorang bocah berusia 12 tahun asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang kini koma lebih dari sepekan setelah dipatuk ular weling saat tidur di rumahnya.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat pada bahaya nyata ular weling (Bungarus candidus), salah satu ular paling berbisa di Asia Tenggara.

Kronologi Kejadian di Pekalongan

Pada Senin dini hari, 16 Juni 2025, Rafa Ramadhani sedang tidur di kamarnya di Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Tiba-tiba seekor ular weling jatuh dari plafon dan menggigitnya.

Ibunya yang terbangun kaget melihat ular tersebut melintas dan langsung menggigit anaknya.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Kanjen, namun diduga terjadi salah diagnosis sehingga kondisinya memburuk dan ia kolaps hingga tidak sadarkan diri.

Rafa kemudian dipindahkan ke RSI Muhammadiyah Pekajangan dan langsung dirawat intensif di ruang ICU.

Hingga kini, ia masih koma dan bergantung pada alat bantu napas setelah lebih dari delapan hari menjalani perawatan.

Bahaya Bisa Ular Weling

Ular weling dikenal sebagai salah satu ular berbisa paling mematikan di Indonesia. Racunnya bersifat neurotoksin yang menyerang sistem saraf, menyebabkan gejala awal seperti mual, muntah, lemas, kelopak mata berat, hingga kesulitan bernapas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *