KITAINDONESIASATU.COM – Negara bekas jajahan Indonesia, Timor Leste saat ini sedang menerima kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus ke Kota Dili, Timor Leste pada 9-11 September 2024.
Beberapa hari menjelang kedatangan Paus Fransiskus Pemerintah Timor Leste menyiapkan dengan serius berbagai fasilitas sarana dan prasarana.
Bahkan Pemerintah Timor Leste menyiapkan secara khusus anggara sebesar USD $12 juta untuk memfasilitasi kungan Paus Fransiskus selama 3 hari di Timor Leste.
Kunjungan Paus sendiri juga memicu kontrovesial lantara ada beberapa rumah warga Tasi-Tolu yang digusur karena untuk memperluas misa suci yang digelar di kawasan itu.
Tasi-Tolu sendiri terletak sekitar 8 km dari pusat Kota Dili Timor Leste, yang akan menjadi lokasi Misa Paus Fransiskus yang diperkirakan dihadiri sekitar 700 ribu umat Katolik.
Seperti kita tahu 98 persen penduduk Timor Leste dari 1,3 juta jiwa merupakan pemeluk Katolik yang taat, merupakan populasi umat Katolik terbesar di sebuah negara.
Kini kawasan Tasi-Tolu sudah dipersiapkan lokasi untuk acara Misa yang akan digelar mulai pukul 18:00 Waktu Timor Leste (WTL), yang dihadiri oleh umat Katolik dari seluruh penjuru Timor Leste dari 13 Distrik yang ada.
Kini di kawasan itu juga didirikan ribuan tenda, sebagai lokasi penginapan warga yang datang dari pelosok daerah di Timor Leste dari 3 Keuskupan yang ada di negara itu.
Dikutip dari laman facebook pribadi PM Kay Rala Xanana Gusmao mengungkapkan:
Kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus ke Timor-Leste pada 9-11 September 2024 menghadirkan peluang unik untuk memperoleh banyak manfaat, jauh lebih besar dibandingkan kontroversi pengeluaran $12 juta yang dibicarakan banyak orang.
Dengan lebih dari 95% penduduknya beragama Katolik, Timor-Leste siap memanfaatkan perhatian spiritual, moral, ekonomi, dan internasional yang datang dari kunjungan Paus.
Secara spiritual, kunjungan Paus akan membawa rasa sukacita, harapan, dan pembaharuan bagi masyarakat Timor. Ini akan menjadi momen perayaan besar, memperkuat iman komunitas Katolik dan memupuk rasa persatuan dan solidaritas.
Secara moral, pesan Paus tentang perdamaian, cinta dan kasih sayang akan meresap jauh ke dalam bangsa Timor-Leste yang masih dalam masa pemulihan dari beban konflik masa lalu. Kehadiran Paus akan menjadi pengingat akan pentingnya pengampunan, rekonsiliasi, dan keadilan sosial.
Secara ekonomi, kunjungan Paus akan mendatangkan banyak wisatawan, peziarah, perhatian dan media internasional, menghasilkan pendapatan dan menampilkan kekayaan budaya dan keindahan alam Timor-Leste. Pameran ini juga akan menarik calon investor, mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
Di tingkat internasional, kunjungan Paus akan menempatkan Timor-Leste dalam sorotan global, meningkatkan profil dan kredibilitasnya di panggung dunia.
Peningkatan perhatian ini akan memfasilitasi hubungan diplomatik, kerja sama internasional, dan akses terhadap sumber daya global.
Selain itu, jaringan luas Gereja Katolik yang terdiri dari 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia akan memusatkan perhatian penuh mereka selama tiga hari di Timor-Leste, menawarkan kesempatan unik bagi negara kita untuk lebih dikenal lagi oleh komunitas global.
Dunia akan memperhatikan Timor-Leste, dan sangat penting bagi Timor-Leste untuk memanfaatkan momen ini untuk memajukan kepentingan nasional dan kepentingan nasionalnya. **


