KITAINDONESIASATU.COM – Thawaf, ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dalam ibadah haji dan umrah, ternyata memiliki manfaat ilmiah yang menarik perhatian para peneliti. Lebih dari sekadar dimensi spiritual, gerakan dan atmosfer saat thawaf menunjukkan dampak positif pada fisik dan psikologis pelakunya.
Secara fisik, gerakan melingkar yang dilakukan berulang kali selama thawaf merupakan bentuk olahraga kardio ringan. Berjalan kaki secara terus-menerus ini dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, melancarkan peredaran darah, dan membakar kalori. Bagi jutaan jamaah setiap tahun, thawaf menjadi aktivitas fisik signifikan yang mungkin tidak mereka dapatkan dalam rutinitas sehari-hari.
Dari sisi psikologis dan neurologis, fenomena gerakan melingkar searah jarum jam dalam kerumunan besar dipercaya dapat memicu pelepasan endorfin, hormon kebahagiaan, karena gerakan ritmis dan teratur. Selain itu, fokus dan konsentrasi selama thawaf, ditambah dengan suasana spiritual yang mendalam, dapat berfungsi sebagai meditasi aktif yang mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan batin.
Penelitian awal juga menunjukkan bahwa sinkronisasi gerakan massal dapat menciptakan gelombang energi positif yang berdampak pada individu.
Meskipun membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengelaborasi secara spesifik, bukti awal menunjukkan bahwa thawaf, di samping nilai ibadahnya, turut memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan fisik dan mental para jamaahnya.





