Berita Utama

Penutupan Selat Hormuz: Ancaman Krisis Global dan Lonjakan Harga Minyak

×

Penutupan Selat Hormuz: Ancaman Krisis Global dan Lonjakan Harga Minyak

Sebarkan artikel ini
hormuz
Selat Hormuz. - Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Parlemen Iran menyetujui penutupan Selat Hormuz. Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran, menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, memicu kekhawatiran serius akan dampak global. Selat Hormuz, yang terletak antara Teluk Persia dan Teluk Oman, merupakan jalur laut vital bagi seperlima konsumsi minyak harian dunia, menjadikannya urat nadi energi global.

Jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, konsekuensinya akan sangat parah. Dampak paling langsung adalah lonjakan drastis harga minyak mentah dunia. Sejarah menunjukkan setiap kali ketegangan di selat ini memanas, harga minyak melonjak signifikan. Diperkirakan harga bisa menembus $130 per barel atau bahkan lebih tinggi.

Lonjakan harga minyak ini akan memicu krisis energi dan inflasi yang meluas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terancam membengkak akibat peningkatan subsidi bahan bakar.

Lebih dari itu, biaya asuransi pengiriman dan risiko pelayaran di kawasan akan meningkat tajam, mengganggu logistik perdagangan global secara keseluruhan. Negara-negara pengimpor minyak besar seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan India akan merasakan pukulan terberat.

Meskipun beberapa negara memiliki cadangan strategis dan jalur alternatif, kapasitasnya masih jauh dari cukup untuk menampung seluruh volume minyak yang biasanya melewati Hormuz.

Penutupan selat ini bukan hanya akan mengganggu pasokan energi, tetapi juga berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *