KITAINDONESIASATU.COM – Marc Guéhi mungkin belum sepopuler Harry Maguire atau John Stones di mata penggemar sepak bola kasual. Tapi bagi mereka yang mengikuti Premier League dan timnas Inggris dengan seksama, nama Guéhi kian mencuat sebagai salah satu bek tengah paling solid dan menjanjikan saat ini.
Di usianya yang baru menginjak 24 tahun, pemain kelahiran Pantai Gading ini telah menjadi tulang punggung Crystal Palace sekaligus pilihan utama di lini belakang The Three Lions.
Profil Marc Guéhi
Marc-Israel Guéhi lahir pada 13 Juli 2000 di Abidjan, Pantai Gading. Saat masih kecil, ia bersama keluarganya pindah ke Inggris, dan di situlah karier sepak bolanya bermula. Ia sempat bergabung dengan akademi klub lokal Cray Wanderers sebelum menarik perhatian Chelsea, yang kemudian membawanya ke akademi mereka saat Guéhi berusia 7 tahun.
Di Chelsea, ia berkembang pesat. Guéhi dikenal sebagai pemain dengan etos kerja tinggi dan pemahaman taktik yang luar biasa, membuatnya menjadi kapten di beberapa kelompok usia. Meski begitu, jalan menembus tim utama The Blues tidak mudah.
Debut Profesional dan Perjalanan di Swansea
Guéhi mencatatkan debut profesionalnya bersama Chelsea pada 2019, tetapi hanya mencatat dua penampilan di kompetisi domestik. Ia kemudian dipinjamkan ke Swansea City di Championship untuk mendapatkan jam terbang reguler.
Selama dua musim di Swansea (2019–2021), Guéhi bermain dalam 52 pertandingan dan tampil konsisten sebagai bek tengah. Banyak pengamat menilai inilah masa krusial di mana Guéhi membuktikan kematangannya sebagai pemain muda, bahkan dianggap lebih dewasa dibanding usianya.
Crystal Palace: Tempat Berkembangnya Bintang
Pada Juli 2021, Crystal Palace mendatangkan Guéhi dengan harga sekitar £18 juta—angka yang terbilang besar untuk bek muda kala itu. Tapi investasi ini terbukti tepat. Sejak musim pertamanya, Guéhi langsung menjadi starter reguler di bawah arahan Patrick Vieira.
Hingga musim 2024/25, ia telah mencatatkan lebih dari 130 penampilan untuk The Eagles, bahkan dipercaya menjadi kapten tim. Musim ini, Guéhi berperan besar dalam keberhasilan Palace menjuarai FA Cup 2025, sebuah pencapaian historis bagi klub London Selatan tersebut.
Statistik Marc Guéhi 2024/25
Guéhi mencatat 34 penampilan di Premier League musim ini, semuanya sebagai starter. Ia juga menyumbangkan 3 gol dan 2 assist—angka yang impresif untuk seorang bek tengah. Dalam hal pertahanan, ia mencatat rata-rata 1,8 intersep, 2,5 sapuan, dan 4 duel udara sukses per pertandingan.
Rating penampilannya konsisten di angka 6,9–7,1 per laga, menempatkannya sebagai salah satu bek tengah paling konsisten di liga. Tidak heran jika banyak klub besar mulai meliriknya.
Guéhi sudah menjadi bagian dari sistem timnas Inggris sejak kelompok umur U-16. Salah satu prestasi terbaiknya adalah menjuarai Piala Dunia U-17 pada tahun 2017 bersama pemain-pemain seperti Phil Foden dan Jadon Sancho.
Setelah tampil gemilang di level U-21 (bahkan sempat menjadi kapten), Guéhi akhirnya mendapat panggilan ke tim senior pada Maret 2022. Sejak saat itu, ia telah mencatatkan 23 caps dan kini menjadi pilihan utama pelatih Gareth Southgate di Euro 2024.
Gaya Bermain Marc Guéhi
Guéhi dikenal sebagai bek modern yang tenang dalam menguasai bola, piawai dalam distribusi, dan cerdas dalam membaca pergerakan lawan. Ia jarang melakukan tekel sembrono dan lebih sering memutus serangan lewat posisi yang tepat.
Salah satu kekuatan utamanya adalah kepemimpinan dan komunikasi. Banyak rekan setim menyebut Guéhi sebagai “otak pertahanan” yang mampu mengorganisasi lini belakang. Tak hanya kuat secara fisik, ia juga unggul secara mental.
Rumor Transfer: Siapa yang Akan Mendapatkannya?
Dengan kontrak yang tersisa hingga Juni 2026, masa depan Guéhi di Palace mulai menjadi sorotan. Beberapa klub besar seperti Liverpool, Newcastle, Tottenham, hingga Chelsea dikabarkan tertarik merekrutnya.
Liverpool, khususnya, disebut sangat serius memboyong Guéhi sebagai pengganti jangka panjang bagi Virgil van Dijk. Kabarnya, Crystal Palace mematok harga sekitar £60–70 juta, tetapi bisa saja melepasnya lebih murah jika sang pemain memutuskan tak memperpanjang kontrak.
Guéhi sendiri dikabarkan hanya ingin pindah ke klub yang bisa menjamin waktu bermain reguler, karena ia ingin menjaga tempatnya di timnas menjelang Piala Dunia 2026.
Apa Selanjutnya untuk Marc Guéhi?
Dengan usia yang masih sangat muda untuk seorang bek tengah, potensi Guéhi untuk berkembang masih sangat besar. Jika ia tetap konsisten dan memilih klub yang tepat, bukan tak mungkin ia akan menjadi bek utama Inggris dalam satu dekade ke depan.
Perpindahannya ke klub yang lebih besar bisa menjadi batu loncatan besar, tetapi yang terpenting adalah menjaga performa dan konsistensi. Guéhi bukan tipe pemain yang suka banyak bicara, tapi aksi di lapangan telah membuktikan bahwa ia layak diperhitungkan di level tertinggi.
Marc Guéhi bukan sekadar bek tengah biasa. Ia adalah kombinasi dari teknik, kedewasaan, kepemimpinan, dan konsistensi. Dari akademi Chelsea hingga menjadi kapten Crystal Palace dan andalan timnas Inggris, perjalanan kariernya menunjukkan kerja keras dan determinasi luar biasa.
Jika Anda adalah penggemar sepak bola yang ingin tahu siapa nama-nama besar berikutnya di level internasional, maka Marc Guéhi adalah nama yang wajib Anda ingat.




