KITAINDONESIASATU.COM – Harga berbagai jenis sayuran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan harga ini dipicu oleh aksi demo sopir truk yang mengakibatkan terhambatnya pasokan dari daerah sentra produksi ke ibu kota. Hal senada terjadi di sejumlah pasar besar di kawasan Bodetabek.
Dalam aksinya para sopir menolak Rancangan Undang-Undang Over Dimension Over Loading (RUU ODOL). Ribuan sopir taksi tersebut memarkir kendaraannya di berbagai daerah sehingga menggangu arus lalu lintas. Kebijakan tersebut dinilai sangat merugikan sopir truk.
Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah untuk memberantas praktek premanisme yang sering memalak para sopir truk ini di jalan serta merevisi UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Beberapa komoditas yang paling terdampak antara lain cabai merah keriting yang kini menembus Rp50.000 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000, bawang merah mencapai Rp40.000 dari Rp25.000, serta tomat dan kentang yang juga mengalami kenaikan signifikan. Para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli akibat harga yang melambung tinggi. Untuk seledri juga sempat melonjak diharga Rp 100 ribu perkilo.n
“Pasokan dari daerah seperti Cipanas, Brebes, dan Lembang jadi tersendat parah. Banyak truk yang tertahan di jalan karena demo,” ujar seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Ahmad. Kondisi ini membuat stok menipis, sementara permintaan tetap ada, sehingga memicu kenaikan harga yang drastis.
Dampak dari kenaikan harga ini tidak hanya dirasakan oleh konsumen rumah tangga, tetapi juga para pelaku usaha kuliner. Diharapkan pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan demo sopir truk agar pasokan sayuran kembali normal dan harga dapat stabil kembali.
Di Kota Tangerang, harga sayur mayur juga naik tinggi membuat ibu rumah tangga menjerit. Mereka berharap pemerintah dapat memperhatikan keluhan sopir truk terkait RUU ODOL.

