Berita Utama

Antrean Sejak Subuh, GPM di KaBogorFest Jadi Andalan Warga Dapatkan Pangan Murah

×

Antrean Sejak Subuh, GPM di KaBogorFest Jadi Andalan Warga Dapatkan Pangan Murah

Sebarkan artikel ini
pangan
Lima ton komoditas pangan yang disediakan oleh DKP Kabupaten Bogor, pada kegiatan GPM yang digelar dalam rangkaian KaBogorFest 2025. (KIS/IST)

KITAINDONESIASATU.COM- Ribuan warga menyerbu stan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar dalam rangkaian KaBogorFest 2025. Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, lima ton komoditas pangan yang disediakan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor langsung habis terjual. Antrean panjang warga sudah tampak sejak pukul 07.00 pagi, meski pelaksanaan baru dimulai pukul 08.30 WIB.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Hari pertama kemarin semua barang habis hanya dalam waktu 1–2 jam. Hari ini juga begitu. Kami bawa sekitar 5 ton komoditas dan langsung diserbu,” ujar Sutriana, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, DKP Kabupaten Bogor, dalam keterangan tertulis, Minggu, 22 Juni 2025.

Program GPM ini menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasaran, antara lain beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, dan bawang. Harga yang terjangkau menjadi daya tarik utama bagi masyarakat, terlebih di tengah fluktuasi harga pangan saat ini.

Menurut Sutriana, GPM merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Sepanjang tahun 2025, program ini ditargetkan digelar hampir 500 kali, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

“GPM ini merupakan kegiatan strategis yang mendukung langsung program Pak Bupati. Untuk tahun 2025, DKP Kabupaten Bogor akan melaksanakan GPM sebanyak 50 kali di tingkat kabupaten, dan 440 kali di tingkat kecamatan, jadi totalnya sekitar 490 kali. Itu belum termasuk yang didukung oleh anggaran pusat maupun provinsi. Jadi bisa lebih dari 500 pelaksanaan tahun ini,” jelas Sutriana.

Ia menambahkan bahwa program ini akan berlangsung secara rutin di seluruh 40 kecamatan, masing-masing minimal satu kali dalam sebulan. GPM juga memberi ruang kepada petani dan produsen lokal untuk menjual langsung produknya kepada masyarakat.

“Melalui gerakan ini, kami tidak hanya membantu daya beli warga, tetapi juga memberi ruang bagi petani dan produsen lokal untuk langsung menjual produknya ke masyarakat,” ujar Sutriana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *