Lifestyle

Mengenal Hiperlipidemia: Ini Penyebab dan Pengobatannya

×

Mengenal Hiperlipidemia: Ini Penyebab dan Pengobatannya

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 8
Hiperlipidemia, tingginya kadar lemak atau lipid dalam darah

KITAINDONESIASATU.COM – Tingginya kadar lemak atau lipid dalam darah, yang disebut hiperlipidemia, dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan trigliserida tinggi.

Meskipun seringkali tanpa gejala, kondisi ini patut diwaspadai, terutama bagi mereka yang tidak menerapkan pola hidup sehat dan jarang berolahraga.

Untuk memeriksa hiperlipidemia, perlu dilakukan tes darah yang dikenal sebagai profil lipid atau panel lipid. Tes ini mengukur kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.

BACA JUGA: 5 Minuman Sehat Penurun Kolesterol yang Mudah Kamu Temukan di Indomaret

Hiperlipidemia adalah kondisi dengan tingginya kadar lipid dalam darah, yang meliputi trigliserida dan kolesterol. Kolesterol terbagi menjadi kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).

Trigliserida berasal dari kalori berlebih dari makanan seperti produk susu, fruktosa, dan alkohol, sementara kolesterol diproduksi oleh hati dan juga diperoleh dari makanan berlemak seperti keju, telur, dan daging.

Kadar kolesterol tinggi didefinisikan jika total kolesterol melebihi 200 mg/dL, sedangkan trigliserida tinggi jika lebih dari 200 mg/dL. Risiko hiperlipidemia meningkat pada individu dengan berat badan berlebih, banyak mengonsumsi makanan berlemak, alkohol, dan jarang berolahraga.

Beberapa suplemen herbal dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Barley diketahui efektif menurunkan kolesterol total dan LDL.

Bayam, yang memiliki potensi antioksidan, bisa membantu meringankan hiperlipidemia meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Nanas, yang mengandung bromelain, dapat memecah kolesterol dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.

Ekstrak artichoke sering digunakan untuk menurunkan kolesterol, sedangkan minyak ikan, dengan omega-3 dan omega-6, efektif menurunkan trigliserida. Teh hijau, berkat kandungan polifenolnya, dapat menurunkan LDL dan meningkatkan HDL.

Selain suplemen, perubahan gaya hidup sangat penting. Mengurangi makanan berlemak, mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan, serta berolahraga secara teratur dapat membantu menurunkan kolesterol. Menjaga berat badan, berhenti merokok, dan menghindari makanan manis juga sangat penting.

Jika perubahan gaya hidup dan suplemen tidak memadai, dokter mungkin merekomendasikan obat penurun kolesterol seperti statin, cholestyramine, atau beta sitosterol. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *