Berita Utama

Malam 1 Suro: Perpaduan Tradisi Jawa dan Nuansa Sakral

×

Malam 1 Suro: Perpaduan Tradisi Jawa dan Nuansa Sakral

Sebarkan artikel ini
suro 2
Perayaan malam 1 Suro tahun lalu. - Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Malam 1 Suro, atau malam pertama bulan Suro dalam kalender Jawa, adalah momen yang sangat dinantikan dan disakralkan oleh sebagian besar masyarakat Jawa. Tanggal 1 Suro selalu bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Di kalender, 1 Muharram tahun ini bertepatan dengan 27 Juni 2025 dan ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Malam 1 sore disebut masyarakat pedesaan bukan sekadar pergantian tahun, melainkan diyakini sebagai waktu di mana pintu gerbang alam gaib terbuka, membawa energi spiritual yang kuat.

Bagi masyarakat Jawa, Malam 1 Suro identik dengan berbagai ritual dan tradisi. Salah satu yang paling dikenal adalah Tapa Bisu atau Mubeng Benteng di Keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Baca Juga  Aksi Lancung PT Timah dalam Penambangan Ilegal, Negara Rugi Rp26 Triliun

Ribuan orang akan berjalan mengelilingi benteng keraton dalam keheningan total, sebagai bentuk introspeksi diri dan memohon keselamatan. Ada pula tradisi membersihkan pusaka atau jamasan pusaka, yang dipercaya dapat menjaga kesaktian benda-benda warisan leluhur.

Meskipun kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis dan pantangan, esensi Malam 1 Suro sebenarnya adalah tentang refleksi diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta menghormati tradisi dan leluhur.

Ini adalah waktu untuk melakukan evaluasi diri, membersihkan jiwa, dan menyambut tahun baru dengan harapan dan semangat yang lebih baik. Tradisi ini menjadi kekayaan budaya Indonesia yang terus lestari dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *