KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak setelah Angkatan Bersenjata Iran (Artesh) mengklaim telah menembak jatuh setidaknya tiga jet tempur siluman F-35 milik Israel dalam insiden terbaru konflik yang sedang berlangsung.
Jika klaim ini terkonfirmasi, ini akan menjadi kali pertama di dunia pesawat tempur generasi kelima F-35 berhasil dijatuhkan dalam pertempuran.
Menurut laporan media lokal Iran, insiden penembakan ini terjadi dalam 48 jam terakhir, di tengah eskalasi saling serang antara Iran dan Israel. Dua pilot dari jet yang jatuh dilaporkan telah ditangkap setelah melontarkan diri di atas wilayah Iran barat, sementara nasib pilot ketiga masih belum diketahui.
Pihak Israel melalui juru bicara militernya, Letnan Kolonel Avichay Adraee, dengan tegas membantah klaim Iran tersebut, menyebutnya sebagai “berita palsu”. Israel tetap bersikeras bahwa armada F-35 mereka tidak mengalami kerugian dalam pertempuran.
Namun, klaim Iran ini, jika terbukti kebenarannya, akan menjadi pukulan telak bagi superioritas udara Israel dan citra teknologi militer Amerika Serikat yang selama ini membanggakan kecanggihan F-35.
Insiden ini juga dipastikan akan semakin memperkeruh situasi di kawasan, mendorong kekhawatiran global akan eskalasi konflik yang lebih luas.

