KITAINDONESIASATU.COM – Salah satu habitat alami penyu hijau (Chelonia mydas) dapat ditemukan di Pulau Pasoso, yang oleh masyarakat setempat juga dikenal dengan sebutan “Pulau Penyu Hijau”.
Pulau ini terletak di Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, dan menjadi destinasi favorit terutama pada bulan September hingga November, saat musim bertelur penyu berlangsung.
Untuk mencapai Pulau Pasoso, diperlukan perjalanan darat sekitar 100 kilometer dari Kota Palu, yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan laut menggunakan perahu selama kurang lebih tiga jam.
Pulau ini menyuguhkan keindahan alam yang memukau – mulai dari laut biru yang jernih, pantai berpasir bersih, hingga atmosfer tropis yang hangat.
Salah satu daya tarik utamanya adalah fenomena penyu hijau yang naik ke pantai untuk bertelur, menjadikan tempat ini semakin istimewa.
Tak heran jika banyak wisatawan, termasuk turis mancanegara, datang ke sini untuk berjemur dan menikmati sinar matahari sepanjang hari.
Pulau Pasoso kini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi penyu laut, sekaligus menjadi destinasi wisata alam dengan pemandangan yang menakjubkan.
Bagi penggemar snorkeling, bawah laut Pasoso menyimpan kekayaan hayati yang indah dan menggoda untuk dijelajahi.
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati budaya lokal yang khas di wilayah sekitarnya.
Untuk menuju Pulau Pasoso, terdapat beberapa jalur yang bisa ditempuh.
Rute utama adalah melalui Dusun Mapaga, Desa Labean, yang berjarak sekitar 108 kilometer dari Kota Palu.
Alternatif lainnya adalah dari Tanjung Karang, yang populer di kalangan wisatawan karena telah tersedia paket wisata dari para pelaku pariwisata setempat, termasuk perjalanan menggunakan perahu kaca yang memungkinkan pengunjung melihat panorama bawah laut tanpa harus menyelam.-***





