KITAINDONESIASATU.COM – Pada Kamis, 12 Juni 2025, PT Pertamina (Persero) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan. Agenda penting ini menjadi sorotan publik, terutama karena isu perombakan jajaran direksi dan komisaris yang mencuat menjelang rapat berlangsung. Apa saja fakta menarik dari RUPS Pertamina tahun ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu RUPS Pertamina dan Mengapa Penting?
RUPS adalah forum tertinggi dalam struktur tata kelola perusahaan, di mana para pemegang saham dalam hal ini Kementerian BUMN sebagai pemilik saham penuh Pertamina menilai dan menyetujui laporan tahunan, laporan keuangan, serta memberikan atau menolak tanggung jawab manajemen.
Dalam konteks BUMN seperti Pertamina, RUPS juga sering kali menjadi ajang evaluasi terhadap kinerja direksi dan komisaris, termasuk potensi reshuffle jika dianggap perlu untuk memperkuat kinerja perusahaan.
Agenda Utama RUPS Pertamina 2025
RUPS Tahunan kali ini diadakan di kantor pusat Pertamina, Jakarta, dan mencakup beberapa agenda penting:
- Penyampaian Laporan Tahunan dan Keuangan Tahun Buku 2024
Direksi menyampaikan hasil kinerja keuangan dan operasional selama tahun 2024. Pertamina mencatatkan pertumbuhan signifikan pada sektor hilir dan energi baru terbarukan, meskipun ada tantangan dari fluktuasi harga minyak global.
Pengesahan Laporan dan Pemberian Tanggung Jawab (Acquit et de Charge)
Pemegang saham memutuskan apakah laporan kinerja dapat disetujui dan apakah direksi serta komisaris dapat dibebaskan dari tanggung jawab hukum terkait pelaksanaan tugas mereka.
- Evaluasi Kinerja Direksi dan Komisaris
Evaluasi ini dilakukan untuk menilai efektivitas kepemimpinan dan keberhasilan dalam menjalankan visi-misi korporasi.
Potensi Perombakan Jajaran Direksi dan Komisaris
Isu ini menjadi sorotan utama publik dan media.
- Isu Panas: Reshuffle Dua Direktur
Sumber terpercaya dari media nasional seperti Katadata menyebutkan bahwa dua posisi dalam jajaran direksi disebut-sebut akan digantikan:
Direktur Logistik & Infrastruktur: Alfian Nasution
Direktur Penunjang Bisnis: Erry Widiastono
Perubahan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat efisiensi logistik dan digitalisasi penunjang bisnis Pertamina. Meski belum dikonfirmasi secara resmi dalam dokumen RUPS yang dirilis, isu ini sudah mengemuka dan memicu berbagai spekulasi.
Calon Komisaris Baru: Sintong Panjaitan?
Nama Letjen (Purn) Sintong Panjaitan, tokoh militer senior yang dikenal luas dalam sejarah militer Indonesia, juga mencuat dalam bursa calon komisaris baru. Jika benar, kehadiran Sintong di tubuh komisaris akan memperkuat pengawasan dan ketegasan pengambilan kebijakan strategis. Namun, keputusan final baru akan diketahui usai RUPS rampung dan dokumen resmi diterbitkan.
Siapa Saja Jajaran Direksi dan Komisaris Saat Ini?
Per akhir 2024, berikut susunan manajemen Pertamina:
Direksi:
- Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri
- Wakil Direktur Utama: Wiko Migantoro
- Direktur Logistik & Infrastruktur: Alfian Nasution
- Direktur Penunjang Bisnis: Erry Widiastono
- Direktur Keuangan, Hulu, Hilir, dan lainnya yang sesuai struktur organisasi
Komisaris:
- Komisaris Utama: Mochamad Iriawan (Iwan Bule)
- Komisaris Independen dan Komisaris lainnya
- Mengapa Perombakan Ini Dinilai Perlu?
Berbagai pengamat menilai bahwa restrukturisasi internal adalah langkah strategis. Tantangan utama Pertamina di tahun 2024 termasuk:
- Efisiensi rantai pasok BBM
- Isu keberlanjutan dan transisi energi
- Skandal internal yang mencuat pada awal tahun terkait pengadaan BBM
Dengan tekanan dari publik dan pemerintah, pembenahan manajemen menjadi sangat penting demi menjaga reputasi dan keberlangsungan operasional perusahaan.
Dampak Terhadap Strategi Bisnis Pertamina
Jika benar terjadi perubahan direksi dan komisaris, arah strategis perusahaan bisa mengalami penyesuaian:
- Digitalisasi Penunjang Bisnis: Dipercepat untuk meningkatkan efisiensi layanan dan transparansi.
- Transisi Energi: Meningkatkan fokus pada bioenergi dan hidrogen.
- Penguatan Tata Kelola: Langkah antisipatif terhadap potensi krisis reputasi.
Kapan Hasil Resmi Akan Diumumkan?
Hingga artikel ini ditulis, hasil akhir RUPS belum dirilis secara publik. Namun, berdasarkan praktik umum BUMN, hasil resmi biasanya akan diumumkan pada hari yang sama atau maksimal 1–2 hari kerja setelah rapat.

