KITAINDONESIASATU.COM – Tren pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan fenomena menarik. Data terkini mengindikasikan bahwa penjualan mobil listrik justru lebih moncer dibandingkan motor listrik.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat lonjakan signifikan pada penjualan mobil listrik, bahkan mencapai 16.535 unit pada periode Januari-Maret 2025. Angka ini diprediksi akan terus meningkat, dengan target penjualan 60.000 unit hingga akhir 2025.
Berbanding terbalik, industri motor listrik menghadapi tantangan. Penjualan motor listrik justru dilaporkan mengalami penurunan, bahkan anjlok 50 persen pada kuartal I/2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Salah satu penyebab utamanya adalah ketidakjelasan mengenai kelanjutan subsidi pemerintah. Banyak calon pembeli menunda pembelian sambil menunggu kepastian insentif, sehingga berdampak pada minat pasar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat kelas menengah ke atas cenderung lebih siap dalam mengadopsi mobil listrik yang umumnya memiliki harga lebih tinggi. Faktor lain seperti harga mobil listrik yang semakin kompetitif, fitur teknologi yang semakin canggih, dan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang juga menjadi pendorong utama.
Sementara itu, untuk motor listrik, keterlibatan perusahaan pembiayaan dan belum meratanya kemudahan akses pembiayaan juga menjadi kendala yang signifikan.
