Lifestyle

Menari dan Musik Menjadi Penawar Emosional, Membuat Otak Anda Lebih Kuat

×

Menari dan Musik Menjadi Penawar Emosional, Membuat Otak Anda Lebih Kuat

Sebarkan artikel ini
tarian dan musik
Ilustrasi tarian dan musik dapat meningkatkan ketahanan otak foto: dodo hawe

KITAINDONESIASATU.COM – Banyak orang tidak menyadari bahwa menari bukan hanya bentuk rekreasi, tetapi juga bentuk penyembuhan yang kurang dihargai.

Melalui rotasi dan ritme, menari dapat membantu kita menemukan keseimbangan batin dan bahkan membuat pasang surut kehidupan menjadi irama yang dinamis.

Namun dalam kenyataannya menari sebuah bentuk penyembuhan yang kurang mendapatkan penghargaan karena kerap kali diremehkan dalam kesehatan.

Pada hal menari sebenarnya merupakan bentuk olahraga yang unik, dan bukan merupakan aktivitas fisik biasa.

Seorang atntropolog Judith Leynne Hanna menggambarkan jika menari sebagai vaksi stres dan menyebut olahraga plus komunikasi esteika.

Dia pun mencatat jika tari yang menggabungkan gerakan fisik, ekspresi emosi dan interasi sosial merupakan bentuk seni dan bentuk penyembuhan.

Meskipun bentuk olahraga apapun akan membuat Anda lebih baik karena olahraga akan mendatangkan rasa senang dan rileks pada diri Anda.

Dengan Anda senang dan rileks akan merangsang pelepasan zat kimia di otak seperti endorfin, senotonin dan nerepinefrin.

Akan tetapi menurut hasil penelitian menunjukkan bahwa efak menari ternyata jauh melampaui latihan fisik biasa.

Menggabungkan tarian dan musik untuk menciptakan aliran. Musik adalah jiwa tari, musik sendiri memiliki efek emosi yang kuat, merangsang sistem penghargaan otak, pelepaskan pereda nyeri alami endorfin dan hormon keintiman oksitosin.

Sekaligus mengurangi hormen stress kortisol sehingga efektif meredakan kecemasan dan meningkatkan kebahagiaan.

Jika tari dan musik dipadukan dengan sempurna, akan memicu keadaan psikologis khusus flow.

Keadaan ini adalah pengalaman yang terfokus dan menyenangkan dimana rasa waktu menghilang dan seorang benar-benar tenggelam dalam momen saat ini.

Peneltian menunjukkan bahwa sekedar meniru gerakan tari tanpa mendengarkan musik atau hanya mendengarkan musik tanpa menari tidak dapat sepenuhnya mencapai keadaan flow.

Maka kunci untuk memicu rasa senang yang mendalam ini terletak pada kombinasi musik dan tarian itu. Seperti halnya makan coklat dan selai kacang, enak dimakan sendiri tetapi akan lebih nikmat jika dimakan bersama.

Tari bukan hanya bentuk ekspresi artistik, tetapi juga jembatan yang menghubungkan tubuh dan emosi.

Melalui hubungan yang mendalam ini, tarian dapat secara efektif meningkatkan keadaan kesadaran.

Perhatian penuh adalah kemampuan untuk berfokus pada saat ini tanpa menghakimi.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa hal itu memiliki efek positif signifikan terhadap kesehatan mental dan pengaturan emosi.

Tari menawarkan pendekatan yang unik dan kreatif terhadap praktik kesadaran.

Ketika menari, setiap gerakan tubuh menjadi media dialog dengan batin.

Para penari secara bertahap memasuki tingkat kesadaran diri yang lebih dalam dengan merasakan irama musik, aliran tubuh mereka, dan fluktuasi alami emosi mereka.

Proses ini tidak hanya menghilangkan stres, tetapi juga meningkatkan penerimaan dan kepedulian terhadap diri sendiri, membantu orang membangun hubungan yang harmonis dengan kekuatan batin mereka. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *