KITAINDONESIASATU.COM – Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi mengungkap perasaaan kecewa dan reffleksi mendaman terhadap perfoman tim.
Itu diungkapkan usai kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2025, beberapa jam lalu.
Kekalahan tersebut menjadi catatan terburuk dalam sejarah Inter di final Eropa, menghapus mimpi besar yang telah mereka bangun sepanjang musim.
Dalam wawancara bersama Sky Sport Italia, Inzaghi dengan jujur menyampaikan perasaannya secara mendalam.
“Sejujurnya, ini bukan Inter Milan yang saya kenal. Kami semua menyadari hal itu, tapi saya tetap bangga dengan perjuangan luar biasa para pemain selama musim ini,” kata dia.
Ia pun tak ragu memuji kekuatan lawan: “PSG pantas meraih gelar ini. Mereka tampil luar biasa, lebih kuat dari kami.”
Inzaghi mengakui strategi timnya tak berjalan baik sejak awal, dengan kebobolan cepat dan ruang terbuka yang dimanfaatkan PSG.
“Kekalahan ini terasa menyakitkan. Kami semua kecewa, tapi perjalanan yang telah kami lalui tetaplah sesuatu yang patut dibanggakan,” tambahnya.
Terkait masa depannya bersama Inter, Inzaghi menyebut akan berdiskusi dengan manajemen dalam waktu dekat. Rumor menyebut Al-Hilal dari Arab Saudi siap menawarinya kontrak dengan bayaran besar, membuka peluang baru di luar Eropa.
Inzaghi juga menjelaskan keputusan tidak memainkan Davide Frattesi dalam final: “Davide layak bermain, tetapi situasi cedera membuat kami harus mengambil langkah lain.”


