Berita UtamaNews

KPAI Minta Dedi Mulyadi Stop Kirim Siswa ke Barak Militer, Netizen Merespon

×

KPAI Minta Dedi Mulyadi Stop Kirim Siswa ke Barak Militer, Netizen Merespon

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi jenguk siswa yang sedang digembleng di barak. (Insatgarm.com/ dedimulyadi71)

KITAINDONESIASATU.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk menangguhkan sementara implementasi program kirim siswa ke barak militer.

Desakan ini muncul setelah KPAI melakukan pengawasan mendalam dan menemukan indikasi kuat adanya potensi pelanggaran hak-hak anak dalam pelaksanaan program tersebut.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menegaskan perlunya evaluasi komprehensif terhadap program mengirimkan siswa ke barak militer ini, khususnya terkait aspek regulasi dan pendekatan pendidikan yang diterapkan.

“Kami telah menyampaikan hasil pengawasan kami kepada pemerintah daerah. Program ini perlu dihentikan sementara sampai ada evaluasi menyeluruh, terutama mengenai regulasinya,” ujar Jasra dalam keterangannya pada Senin, 26 Mei 2025.

Jasra juga menyoroti bahwa surat edaran Gubernur yang menjadi dasar program ini berpotensi melanggar hak anak, terutama dalam konteks pelabelan dan prinsip non-diskriminasi.

Kekhawatiran KPAI berpusat pada dampak psikologis dan sosial yang mungkin timbul akibat penempatan siswa di lingkungan militer, yang sejatinya tidak dirancang untuk tujuan pendidikan atau rehabilitasi anak.

KPAI Minta KDM Hentikan Kirim Siswa ke Barak Militer, Ini Respon Netizen

Kabar KPAI meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi hentikan sementara kirim siswa ke barak militer, direspon netizen.

Berdaraskan tanggapan netizen dalam sebuah postingan di akun Instagram @funnelmedia, banyak yang tidak setuju dengan lagnkah KPAI tersebut.

“Berisik banget KPAI,” kata salah seorang netizen.

“Udah gak membantu kontribusi, malah suruh nyetop.. bukannya kolaborasi, kalau mau evaluasi keberjalanan, perkembangan pasca pelatihan, pemantauan apakah kenakalan kembali terulang, ya sambil jalan saja programnya kenapa harus di setop, kan selama keberjalanan ini juga byk dampak positif nya ternyata, testimoni2 dari para anak yg sudah selesai pelatihan, kalau mau alurnya lebih diperjelas ya masuk lah kedalam nya terjun langsung, KPAI juga ngasih materi, jgn cuman bicara boleh gak nya saja, apalagi menganggap program ini saingan nya program KPAI,”timpal lainnya dengan analisis panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *