News

Dua Laka Adu Banteng Gresik, Akibat Haluan Terlalu ke Kanan, Terbaru Warga Mojokerto yang Tewas

×

Dua Laka Adu Banteng Gresik, Akibat Haluan Terlalu ke Kanan, Terbaru Warga Mojokerto yang Tewas

Sebarkan artikel ini
KECELAKAAN GRESIK 3
Ilustrasi kecelakaan adu banteng di wilayah Kabupaten Gresiik, Jawa Timur. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan adu banteng adalah jenis kecelakaan lalu lintas yang terjadi ketika dua kendaraan bertabrakan langsung dari arah yang berlawanan di jalur yang sama.

Benturan biasanya terjadi di bagian depan antara kedua kendaraan itu, yang bisa berakibat fatal.

Truk Senggol Pengendara Motor Suami Istri Warga Sidoaharjo Sragen, Jatuh hingga Terlindas di Depan Suaminya

Jenis kecelakaan ini tergolong berbahaya dan memiliki potensi fatalitas tinggi, apalagi jika melibatkan kendaraan berkecepatan tinggi.

Dalam beberapa hari ini di wilayah Kabupaten Gresik terdapat dua kecelakaan adu banteng yang menyebabkan dua orang tewas.

Jika sebelumnya pengendara terlalu bermanufer ke kanan hingga bertabrakan dengan sepeda motor dari arah berlawanan, kini kecelakaan adu banteng akibat gagal menyalip.

Baca Juga  Adu Banteng Xpander Pacitan vs Truk Box di Balong Ponorogo Lihat Kondisinya

Kecelakaan kali ini terjadi di Jalan Raya Cerme, Kabupaten Gresik, Jumat (23/5/2025) menewaskan seorang pengendara sepeda motor Honad Supra W 3487 WC.

Diketahui korban adalah Kurnia WIsma Tirta (35) warga Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto tewas di lokasi kejadian.

Korban mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia setelah bertabrakan adu banteng dengan kendaraan dari arah berlawanan yang dikemudikan seorang pelajar warga Manyar, Gresik.

Menurut informasi yang diperoleh dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Iptu Aswoko menjelaskan kecelakaan bermula ketika korban hendak menyalip di depannya.

Baca Juga  Kecelakaan Sabtu - Minggu di Gresik Seorang Pelajar Tewas dan Tujuh Remaja asal Bojonegoro Luka-luka

Diduga korban kurang memperhatikan situasi kendaraan lain dari arah berlawanan sehingga ketika menyalip dari arah berlawanan juga melaju kencang sepeda motor lain hingga terjadi tabrakan.

Kedua kendaraan tidak bisa menghindari karena posisi terlalu dekat hingga terjadi benturan keras, karena kedua kendaraan melaju kecang.

Akibat kecelakaan itu pengendara sepeda motor warga Mojokerto ini mengalami luka berat dan meninggal di tempat kejadi langsung di evakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Sementara pengendara yang dari arah berlawanan hanya mengalami luka lecet dan cukup mendapatkan penanganan medis ringan di lokasi kejadian.

Baca Juga  Kecelakaan Dua ABG Sidoarjo dan Pemuda di Gresik, Korban Bejatuhan di Jalan Raya, Seorang Meninggal

Satlantas Polres Gresik menghimbau kepada para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua agar selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara.

Jika hendak menyalip kendaraan di depannya harus benar-benar memperhitungkan kendaraan lain dari arah berlawanan, hingga benar-benar aman.

Dampak kecelakaan adu banteng ini adalah bisa berakhibat fatal dari cidera luka berat hingga kematian, namun kematian yang kerap dialami dalam kecelakaan adu banteng.

Berikut ini, dampak kecelakaan adu banteng:

  • Cedera parah hingga kematian
  • Karena benturan langsung di bagian depan kendaraan saat – kecepatan tinggi, risiko cedera fatal bagi pengemudi dan penumpang depan sangat tinggi.
  • Kerusakan kendaraan umumnya cukup parah pada bagian depan.

Sementara penyebab kecelakan adu banteng biasanya dipicu:

  • Mengantuk atau mengemudi dalam kondisi lelah
  • Melanggar marka jalan, misal: menyalip di tikungan atau jalur padat
  • Tidak menjaga jarak aman saat menyalip
  • Mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba
  • Tidak memperhatikan rambu dan marka jalan
  • Jalur dua arah tanpa pembatas (median jalan)
  • Jalan sempit atau rusak
  • Tikungan tajam tanpa pandangan bebas
  • Penerangan minim di malam hari. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *