Viral

Apa Itu Rage Bait? Imbas Bigmo Sebut Surabaya ‘Kota Ter-L’, Netizen Heboh dan Wali Kota Ikut Bereaksi

×

Apa Itu Rage Bait? Imbas Bigmo Sebut Surabaya ‘Kota Ter-L’, Netizen Heboh dan Wali Kota Ikut Bereaksi

Sebarkan artikel ini
Apa Itu Rage Bait? Imbas Bigmo Sebut Surabaya 'Kota Ter-L', Netizen Heboh dan Wali Kota Ikut Bereaksi
Apa Itu Rage Bait? Imbas Bigmo Sebut Surabaya 'Kota Ter-L', Netizen Heboh dan Wali Kota Ikut Bereaksi

KITAINDONESIASATU.COM – Strategi konten bernama rage bait kembali mencuat dan menjadi topik panas di TikTok, setelah seorang kreator konten bernama Bigmo atau Muhammad Jannah menyebut kota Surabaya sebagai “kota ter-L”. Ungkapan tersebut menuai gelombang reaksi dari warganet hingga pejabat publik di Jawa Timur.

Rage bait sendiri dikenal sebagai salah satu cara memancing emosi audiens di media sosial, dan Bigmo disebut-sebut sedang memainkan strategi itu demi viralitas.

Apa Itu Rage Bait dan Mengapa Ramai?

Dalam dunia digital, rage bait atau “umpan kemarahan” adalah teknik yang sengaja digunakan untuk memicu emosi negatif, khususnya kemarahan audiens. Tujuannya? Untuk meningkatkan perhatian, jumlah komentar, hingga viralitas konten.

Baca Juga  Salpol PP Robohkan Tenda Warga Rusunawa Gunungsari yang Demo

Berbeda dengan clickbait yang hanya memancing rasa penasaran, rage bait lebih frontal karena mengandalkan kontroversi dan provokasi.

Contoh nyatanya bisa dilihat dari pernyataan Bigmo soal Surabaya, yang dengan cepat menyebar luas dan memantik perdebatan.

Bigmo Sebut Surabaya “Kota Ter-L”

Melalui akun TikTok-nya, Bigmo menyebut bahwa Surabaya adalah “kota ter-L”, dengan “L” mengacu pada kata “Lose” (kalah atau buruk). Ia mengatakan hal itu karena pengalaman pribadi saat berada di Surabaya, seperti buruknya jaringan internet dan waktu tempuh yang dianggap terlalu lama.

“Telat nail appointment,”

Baca Juga  Pakuwon Group Surabaya Berharap Pemerintah Menunda Kenaikan PPN 12

— @celeste_natt

Keluhan tersebut membuatnya mengaku enggan kembali ke kota tersebut. Namun, pernyataan ini dianggap menyinggung dan langsung menimbulkan amarah dari warganet, khususnya warga Surabaya.

Reaksi Neitzen dan Respons Wali Kota

Ramainya komentar warganet di TikTok akhirnya menarik perhatian pejabat publik. Wali Kota Surabaya, Armuji, ikut memberikan tanggapan dan menyayangkan pernyataan tersebut. Hal ini memperlihatkan bagaimana strategi konten seperti rage bait bisa berdampak hingga ke ranah nyata dan menyentuh sentimen lokal.

Di sisi lain, ada pula netizen yang membela Bigmo, menyebut bahwa apa yang ia lakukan adalah bentuk rage bait semata.

Baca Juga  5 Tren Jalan Kaki TikTok yang Lagi Viral, Nomor 3 Bikin Kaki dan Mental Auto Sehat!

Salah satu pengguna TikTok, @cadillac d*, menulis:

“Viewer-nya juga agak lain, dikit-dikit orang yang kena sindir bilang ‘bro terkena rage bait’. Ga nyenggol ga terkenal emang ya?”

Komentar ini menegaskan bahwa sebagian audiens sadar bahwa konten provokatif sering dibuat demi engagement.

Rage Bait vs Clickbait: Mana yang Lebih Bahaya?

Jika clickbait berfokus pada judul menggoda, rage bait menyasar pada emosi. Konten-konten rage bait biasanya menyentuh isu sensitif seperti budaya, identitas, atau kebanggaan lokal. Seperti dalam kasus Bigmo, strategi ini memang berhasil membuatnya viral, tapi juga menimbulkan konsekuensi berupa kritik tajam dan kecaman publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *