Sepakbola

Singo Edan Akan Tetap Bermarkas di Stadion Kanjuruhan, PT LIB Telah Memastikan

×

Singo Edan Akan Tetap Bermarkas di Stadion Kanjuruhan, PT LIB Telah Memastikan

Sebarkan artikel ini
stadion kanjuruhan
Kemegahan Stadion Kanjuruhan Malang setelah direnovasi pasca tragedi 1 Oktober 2022. foto: PUPR

KITAINDONESIASATU.COM – Arema FC diliputi polemik terkait acaman pemindahan kandang Singo Edan pasca pelemparan bus Pemain Persik Kediri usai laga bertandang di Stadion Kanjuruan Kepanjen, Malang pekan kemarin.

Bahkan usai insiden itu sempat adanya pernyataan dari manajemen Arema FC yang berisi kekecewaan atas insiden yang memalukan itu.

Pada tanggal 12 Mei 2025 GM Arema FC, Yusrinal Fitriandi mempertimbangkan untuk tidak berkandang di Stadion Kanjuruhan lagi.

“Kami kecewa dengan beberapa stakeholders pertandingan kemarin. Tiga tahun kami berusaha mempertahankan eksistensi klub. Bersungguh-sungguh untuk kembali ke rumah sendiri. Sementara itu banyak pihak tiada henti mencaci-maki klub, yang di satu sisi klub berusaha bertahan dan tabah menghadapi padahal klub mengalami masa sulit dengan keterbatasan dana, karena tidak ada pemasukan lantaran harus terusir, rasanya hanya cukup sisa tenaga, semangat dan niat tulus mempertahankan klub ini. Kami terasa sudah berdarah darah, sekuat daya dan upaya kami lakukan, namun hasilnya seakan-akan kita tidak dihormati di sini,” tulisnya dalam alenia pernyataan itu.

Terkait kekecewaan itu Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus menjelaskan bahwa Arema FC akan tetap berkandang di Stadion Kanjuruan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Sejauh ini Arema masih menyisakan laga kandang di kompetisi Liga 1 Indonesia menghadapi Semen Padang pekan ke-34 nanti digelar pada 24 Mei 2025.

Menurut Ferry update terakhir masih tetap di Kanjuruhan itu update dari kepolisian baik dari Polres Malang maupun Polda Jatim.

Lebih jauh Ferry menjelaskan jikan insiden itu menjadi pelajaran yang penting agar bisa melakukan terobosan-terobosan penyelenggaraan yang sudah dua tahun lebih tidak dilakukan di Stadion Kanjuruhan.

Terkait insiden yang terjadi pada 11 Mei 2025 bus yang tumpangi para pemain dan official Persik mendapat serangan pelemparan menyebabkan kaca bus pecah.

Aksi penyerangan itu diduga akibat kekecewaan pendukungnya akibat Singo Edan dibantai 0-3 di kandang Stadion Kanjuruan dari Persik Kediri.

Diketahui berdasarkan tayangan CCTV didapati diduga pelaku pelemparan terlihat berpustur tubuh dan fisiknya seperti anak-anak.

Kemudian Ferry mengatakan pelaku pelemparan memakai celana pendek jadi kesannya antara anak berusia 13-15 tahun.

PT LIB sendiri sangat kecewa dengan adanya peristiwa itu, apalagi peristiwa itu terjadi di Malang dan sekitar Stadion Kanjuruan.

“Kami rondain terus, kami komunikasi dengan kepolisian meminta kriminal ini harus diusut,” terang Ferry mengutip bola.com, Jumat (16/5/2025). **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *