News

Bocah Ngawi Hanyut Berteriak Berhasil Diselamatkan, Pelajar SMP Paron Masih Hilang Terbawa Air Banjir

×

Bocah Ngawi Hanyut Berteriak Berhasil Diselamatkan, Pelajar SMP Paron Masih Hilang Terbawa Air Banjir

Sebarkan artikel ini
hanyut di ngawi
Petugas dan relawan terus melakukan pencarian korban bocah hanyut pelajar SMP di Paron di Desa Teguhan, Paron Ngawi, Selasa (13/5/2025). foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Tiga pelajar warga Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi terseret aliran Sungai Andong desa setempat, Senin (12/5/2025), dua anak berhasil diselamatkan sedangkan seorang belum ditemukan.

Peristiwa tragis itu terjadi di aliran sungai DAM Desa Teguhan pada sore hari pukul 16:00 WIB ketika mereka sedang mandi di sungai tiba-tiba datang air deras dari arah hulu.

Dari kejadian diketahui tiga orang anak yang hanyut adalah Rifky Nur Hidayat (14), Asyraf Khairul Azam (13) dan Dimas Subuh Pamungkas (11) seluruhnya warga Teguhan, Paron.

Namun dua pelajar ini berhasil diselamatkan sementara seorang masih belum ditemukan atas nama Rifky Nur Hidayat seorang pelajar kelas 7 SMP di Paron putra pertama pasangan Sarwono (44) dan Siti Khofifah warga Teguhan.

Petugas BPBD Kabupaten Ngawi hingga sekarang terus melakukan pencarian terhadap korban di sepanjang aliran Sungai Andong di desa Teguhan itu.

Dari informasi yang diperoleh mengungkapkan awalnya ketiga bocah ini mandi di sungai di DAM sungai Desa Teguhan, tiba-tiba datang banjir dari hulu kemudia mereka hanyut.

Air yang datang dari hulu Gunung Lawu menyapu mereka namun seorang tidak bisa diselamatkan dan hilang hingga kini belum ditemukan.

Sementara dua korban Dimas Subuh Pamungkas dan Asyarat Khairul Azam berhasil diselamatkan setelah terseret sekitar 300 meter terbawa air dari lokasi mereka mandi.

Kedua korban semapt berteriak-teriak minta tolong dan didengar oleh kakek Dimas Simun hingga berlari untuk memberikan pertolongan dan berhasil diselamatkan.

Kakek Simun yang datang melihat cucunya Dima Subuh Pamungkas, tanpa berpikir panjang berupaya keras dan akhirnya berhasil menyelamatkan pelajar kelas 4 SDN Teguhan ini.

Sementara Asyraf juga berhasil diselamatkan warga setelah berhasil keluar dari arus sungai yang menyerek ketiganya berkat arahan warga yang menolong.

Namun nahas bagi Rifky yang gagal diselamatkan oleh warga karena telah hilang terbawa air yang deras kiriman dari pegunungan di atas desa setersebut.

Kepala Desa Teguhan, Kecamatan Paron Supriyono kepada wartawan mengatakan hingga saat ini korban yang dinyatakan hilang adalah Rifky Nur Hidayat pelajar kelas 7 SMP Paron yang merupakan putra pertama pasangan Sarwono (44) dan Siti Khofifah (38).

Petugas gabungan terdiri dari TNI Polri, dan BPBD dan relawan sedang melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih hanya terbawa air banjir.

Petugas kepolisian juga sudah memintai keterangan terhadap dua korban terkait kronologi kejadian, hingga menjelang petang pencrian dihentikan sementara korban belum ditemukan.

Pencarian korban terus dilakukan pada Selasa (13/5?2025) hari ini hingga melakukan pencariharian yang lebih jauh dari sebelumnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *