Berita Utama

TB Hasanuddin: Evaluasi Prosedur Keamanan Peledakan Amunisi Kadaluwarsa

×

TB Hasanuddin: Evaluasi Prosedur Keamanan Peledakan Amunisi Kadaluwarsa

Sebarkan artikel ini
Tubagus Hasanuddin 106
TB Hasanuddin. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya 13 orang dalam insiden ledakan amunisi di wilayah latihan militer. Kader PDIP ini berharap peristiwa tersebut dijadikan pelajaran berharga untuk evaluasi prosedur keamanan.

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, husnul khotimah,” ujar TB Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/5/2025).

Menurut pensiunan jenderal bintang dua ini, kejadian ini harus menjadi pembelajaran serius, meskipun dalam pelaksanaannya sudah mengikuti prosedur standar. Dari sisi lokasi, tempat peledakan berada di wilayah pantai yang sebenarnya sudah aman dan sesuai ketentuan. 

“Seharusnya masyarakat tidak bisa mengakses area tersebut. Kedepan, pembatasan wilayah harus dilakukan dengan pengawasan yang sangat ketat agar warga sipil tidak berada di area berbahaya,’ ujar mantan Kepala Staf Komando Garnizun Tetap Jakarta ini.

Amunisi yang diledakkan adalah amunisi kadaluarsa, yang secara teknis sudah tidak stabil. “Amunisi kadaluarsa itu tidak semuanya akan meledak serentak ketika diledakkan. Ada yang meledak langsung, tapi ada juga yang meledak belakangan karena sifatnya yang tidak lagi normal,” katanya.

Peledakan pertama sebenarnya dirancang untuk menghancurkan seluruh amunisi, dan petugas meyakini bahwa semua telah hancur. Namun, karena sifat amunisi kadaluarsa yang tidak sepenuhnya bisa diprediksi, maka terjadi ledakan susulan yang menelan korban jiwa. “Ini akibat dari kesalahan prediksi petugas. Dikiranya satu ledakan cukup, ternyata ada amunisi yang meledak belakangan dan menimbulkan korban,” ucapnya.

Untuk itu, TB Hasanuddin menegaskan pentingnya menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk menyempurnakan prosedur peledakan amunisi, terutama yang bersifat kadaluarsa, agar kejadian serupa tidak terulang. Ledakan saat pemusnahan amunisi tak layak pakai terjadi di Kabupaten Garut. Sejumlah orang dilaporkan tewas.

Pemusnahan amunisi dilakukan di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, pada Senin (12/5/2025) pagi. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan membenarkan ada ledakan. “Benar kejadian tersebut,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *