KITAINDONESIASATU.COM – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengirimkan siswa bermasalah ke barak militer terus menuai sorotan. Kak Seto ikut beri tanggapan.
Menanggapi hal tersebut, pemerhati anak, Kak Seto Mulyadi, memberikan tanggapannya dengan bijak.
Dalam sebuah wawancara, Kak Seto mengungkapkan apresiasinya terhadap keterbukaan Gubernur Jawa Barat.
“Pak Gubernur sangat terbuka, saya ajukan untuk melihat kondisi anak-anak, beliau mempersilakan, saya mengapresiasi sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kak Seto menjelaskan bahwa pengiriman siswa yang memiliki masalah kedisiplinan ke lingkungan TNI tidak secara otomatis melanggar hak-hak anak.
Namun, ia menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam proses pendidikan dan pembinaan yang diberikan oleh TNI.
“Pendidikan dan pembinaan yang dilakukan oleh TNI dalam hal ini seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang mendukung pertumbuhan psikologis anak, bukan justru menambah trauma,” tegas Kak Seto.
Harapan Kak Seto
Ia berharap agar metode pembinaan yang diterapkan tetap mengedepankan aspek psikologis anak dan tidak menimbulkan dampak negatif jangka panjang.
Kebijakan ini sendiri telah berjalan sejak 1 Mei 2025, dan hingga saat ini, tercatat sebanyak 272 siswa sekolah menengah atas di Jawa Barat telah dikirim ke berbagai barak militer.
Program ini pertama kali diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat saat perayaan HUT ke-26 Kota Depok pada 25 April 2025.



