KITAINDONESIASATU.COM – Nusa Lembongan, sebuah pulau kecil yang terletak antara Bali dan Nusa Penida di Selat Badung, adalah destinasi liburan yang tenang dengan jumlah pengunjung yang terbatas dan pantai-pantai alami yang belum terjamah.
Pulau ini, yang hanya berukuran sekitar empat kali tiga kilometer dan dikelilingi rawa bakau serta pohon palem, terletak sekitar 11 km tenggara Bali.
Di bagian dalam pulau, medan yang berbatu vulkanik dan jalan berbukit berliku menawarkan pemandangan yang kering dan penuh semak.
Menghadap Teluk Sanghiang dengan air biru yang jernih, Nusa Lembongan Resort menyuguhkan pemandangan Bali timur dan Gunung Agung yang megah.
Dikenal dengan ombak besar, air yang jernih menjadikan pulau ini tempat yang ideal untuk snorkeling dan menyelam. Meski masih sederhana, pulau ini memiliki beberapa akomodasi yang indah untuk pengunjung.
Pulau ini cukup kecil untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, dan menawarkan pantai-pantai serta teluk yang masih alami, pemandangan Gunung Agung yang menakjubkan, arsitektur khas Bali, serta keramahan penduduk setempat yang sederhana.
Dengan terbatasnya lahan subur dan objek wisata, perekonomian pulau ini sangat bergantung pada kekayaan bawah laut, khususnya rumput laut, dan juga melayani peselancar yang berkunjung.
Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan memiliki total populasi sekitar 60.000 jiwa.
Ada dua desa di Nusa Lembongan: Desa Lembongan, yang merupakan pusat administrasi, dan Desa Jungut Batu.
Desa ini menjadi tempat berkumpulnya peselancar dan backpacker, dengan sekitar 150 pengunjung setiap bulan yang biasanya menginap selama tiga hingga lima hari.
Selain mereka, ada pula wisatawan Eropa, Jepang, dan Australia yang menggunakan perahu wisata.
Jungut Batu menawarkan akomodasi serta kegiatan olahraga air terbaik di pulau ini.
Transportasi antar desa menggunakan sepeda motor dan tumpangan.
Kedua desa terlibat aktif dalam budidaya rumput laut, yang menggantikan pertanian tradisional seperti jagung dan singkong setelah tahun 1980.
Saat ini, hampir seluruh penduduk terlibat dalam budidaya rumput laut, yang baunya menyebar ke seluruh udara.
Pengunjung dapat mengunjungi kebun rumput laut saat air surut, di mana kebun besar ini tampak seperti kebun raya bawah laut.
Di sini ditanam dua jenis rumput laut, pinusan merah kecil dan kotoni hijau besar. Hampir seluruh hasil panen diekspor ke Hong Kong untuk industri kosmetik dan pengolahan makanan.
Setelah panen, para pengumpul meletakkan sesajen berupa beras dan bunga yang mengapung terbawa arus pasang.
Kehidupan di Nusa Lembongan sangat damai, dengan angin sepoi-sepoi, lalu lintas yang tenang, tanpa hotel besar, polusi, atau stres.
Tidak ada mesin fotokopi dan sangat sedikit telepon. Yang paling menarik, hampir tidak ada pedagang acung atau pencuri.
Akomodasi bergaya bungalow dengan ‘mandi’ terbuka di luar ruangan di Jungut Batu, dilengkapi dengan perabotan kayu dan lantai pasir, mengingatkan pada suasana Pantai Kuta dua dekade lalu.
Hasil pertanian terbatas, dan satu-satunya buah yang tersedia adalah melon.
Makanan lainnya harus diimpor dari pasar di Denpasar atau Nusa Penida.-***


