KITAINDONESIASATU.COM – Dalam suasana sakral Hari Raya Waisak, umat Buddha kerap mengucapkan kalimat Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, sebuah doa yang membawa pesan kasih sayang dan kedamaian universal. Berasal dari bahasa Pali, ungkapan ini secara harfiah berarti “Semoga semua makhluk berbahagia”. Doa ini tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga mencakup semua bentuk kehidupan di alam semesta.
Ungkapan ini mencerminkan ajaran Buddha tentang cinta kasih tanpa batas atau metta, yang mendorong setiap individu untuk mengesampingkan ego dan menumbuhkan empati bagi seluruh makhluk hidup. Kalimat ini juga menjadi bagian penting dalam ritual meditasi dan doa, khususnya saat peringatan Tri Suci Waisak—yang mengenang kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Siddharta Gautama.
Tak hanya Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, umat Buddha juga sering melafalkan doa Sabbe Satta Avera Hontu, yang berarti “Semoga semua makhluk terbebas dari permusuhan dan bahaya”. Kedua kalimat ini menyuarakan harapan akan dunia yang damai, penuh cinta, dan bebas dari penderitaan.
Jika Anda menerima ucapan tersebut, ada beberapa cara yang umum dan sopan untuk meresponsnya. Anda bisa mengulang doa yang sama, mengucapkan “Sadhu, Sadhu, Sadhu” sebagai bentuk persetujuan, mengatakan “Anumodana” sebagai ungkapan turut berbahagia, atau sekadar menyampaikan terima kasih sambil mendoakan kebahagiaan bagi semua makhluk.
Melalui doa ini, umat Buddha mengajak semua orang—tanpa memandang agama—untuk menyebarkan kebaikan dan cinta kasih, menjadikan Waisak bukan hanya momen perayaan, tapi juga refleksi spiritual yang mendalam.



