KITAINDONESIASATU.COM – Biaya pendidikan menjadi penyumbang utama inflasi pada bulan Agustus 2024.
Hal itu berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam keterangan resminya kepada pers di Jakarta, Senin 2 September 2024.
Selain biaya pendidikan, tercatat harga bahan bakar minyak atau BBM terutama non subsidi turut memberikan andil terhadap inflasi.
Dalam keterangannya, BPS mencatat inflasi nasional sebesar 2,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Adapun secara tahun kalender berjalan sebesar 0,87 persen (year-to-date/ytd).
Sedangkan secara bulanan terjadi deflasi atau negatif inflasi sebesar 0,03 persen (month-to-month/mtm).
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan bahwa pada bulan Agustus 2024 kelompok pendidikan mengalami inflasi sebesar 0,65 persen.
“Inflasi ini lebih rendah dibandingkan dengan tingkat inflasi pada Juli 2024. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen terhadap inflasi umum,” tuturnya.
Secara rinci disebutkan, tren inflasi tertinggi terjadi pada biaya sekolah dasar yang sebesar 1,59 persen.
Kemudian diikuti antara lain oleh biaya sekolah menengah pertama sebesar 0,78 persen, biaya akademi/perguruan tinggi 0,46 persen, serta biaya sekolah menengah atas 0,36 persen.
“Biaya sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan akademi/perguruan tinggi menjadi komoditas utama penyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen,” ujarnya.

