KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan data terbaru terkait gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia. Ia menyebut ada 24.036 pekerja menjadi korban PHK sepanjang awal tahun 2025.
Demikian disampaikan Yassierli dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Senin (5/5/2025). Angka ini merupakan akumulasi data yang dihimpun oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dari berbagai sektor industri di seluruh Indonesia.
Menaker menyebut angka tersebut merupaka sepertiga dari togal PHK yang terjadi pada tahun 2024 yang mencapai 77.965 pekerja. Tiga provinsi dengan angka PHK terbesar adalah Jawa Tengah, Jakarta dan Riau.
Kepada anggota DPR, Yassierli mengungkap gambaran angka korban PHK pada tahun 2020 mencapai 386.877 orang. Angkanya melandai tahun 2021 menjadi 127.085, lalu turun lagi menjadi 25.114 tahun 2022. Namun, kembali naik menjadi 64.855 tahun 2023 dan naik lagi menjadi 77.965 tahun 2024.
“Ini adalah data PHK nasional, memang kalau kita lihat potretnya 2020 itu (pandemi) COVID ya, jadi peak sebesar 386 ribu sekian 2024 naik 2023,” tandasnya.
Sektor dengan jumlah PHK terbanyak adalah industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta aktivitas jasa lainnya. (*)

