KITAINDONESIASATU.COM-Tokoh dan elemen masyarakat optimistis bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) Cilangkahan di wilayah Selatan Kabupaten Lebak, dapat terwujud pada tahun 2027.
Optimistis itu dikatakan Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, sekaligus pengurus Badan Koordinasi (Bakor) Cilangkahan, yang selama gencar memperjuangkan DOB.
Kata Rafik, tahapan dan persyaratan administratif yang dibutuhkan hampir semuanya dipenuhi. “Kita sudah dapat informasi perkembangan DOB Cilangkahan, bahwa Wakil Ketua DPR bertemu Dirjen Otda guna membahas sejumlah wilayah yang mengusulkan pemekaran,” ujarnya, Rabu (30/4/2025).
Oleh Karen aitu, pihaknya masih menunggu hasil pembahasan berikutnya dari DPR RI dan Kemendagri mengenai DOB Cilangkahan yang ditargetkan rampung pada 2027 setelah moratorium dicabut. “Hanya saja, dari hasil kesimpulan itu ada beberapa kesimpulan yang masih membuat kami optimistis Cilangkahan akan terwujud tahun 2027,” kata Rafik.
Wilayah Selatan Lebak memiliki sumber daya alam yang belum digarap maksimal, karena keterbatasan pelayanan dan perhatian dari Pemerintahan Pusat dan Pemerintah Kabupaten. Dengan disetujinya pemekaran wilayah, diyakini dapat mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.
Hal yang sama dikatakan Sulaiman, warga Wanasalam. Sebagai warga sangat merasakan langsung kesenjangan dalam pelayanan public. Mulai dari fasilitas pendikan fasilitas hingga kesehatan. “Kalau mau ke rumah sakit besar, kami harus ke Rangkas bahkan ke Serang. Kalau sudah ada DOB, fasilitas kesehatan bisa dibangun di wilayah kami sendiri,” ujarnya.
Masyarakat Wanasalam sudah lama menantikan perubahan nyata melalui pemekaran. Sebab, pemekaran wilayah akan membuka peluang kerja baru bagi generasi muda. “Kalau ada kantor pemerintahan sendiri, perekonomian lokal akan ikut tumbuh. Anak-anak muda tidak perlu merantau jauh hanya untuk mencari pekerjaan,” ujar Sulaiman.

